Atasi Corona-Selamatkan Ekonomi, RI Bisa Belajar dari Vietnam

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 30 Sep 2020 13:52 WIB
HANOI, VIETNAM - MAY 16: People rollerskate at Hoan Kiem pedestrian street on May 16, 2020 in Hanoi, Vietnam. Though some restrictions remain in place, Vietnam has lifted the ban on certain entertainment facilities and non-essential businesses, including pubs, cinemas and spas & other tourist attractions to recover domestic tourism. On April 23, the Ministry of Transport started to increase domestic flights and trains to major destinations with limited passenger capacity. As of May 16, Vietnam has confirmed 318 cases of coronavirus disease (COVID-19 ) with no deaths in the country, 260 fully recovered and no new case caused by community transmission for 30 days.
Foto: Getty Images/Linh Pham
Jakarta -

Tidak ada salahnya jika pemerintah Indonesia mengambil beberapa strategi yang diterapkan Vietnam dalam menghadapi pandemi Corona. Sebab, ekonomi negeri Naga Biru tetap tumbuh 2,6% di kuartal II-2020.

Jika pemerintah Indonesia mau memetik beberapa pelajaran dari Vietnam, Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan ketegasan dalam menetapkan pembatasan skala kecil atau micro lockdown bisa ditiru oleh pemerintah.

Dia menjelaskan, keputusan pemerintah Vietnam menerapkan micro lockdown khususnya di desa-desa yang terjangkit Corona terbilang salah satu kunci keberhasilan kebal terhadap COVID-19.

"Artinya pola Vietnam, melakukan mikro lockdown, yaitu lockdown di scope lingkungan yang lebih kecil. Saya kira ini bisa jadi bahan pembelajaran bagi Indonesia," kata Yusuf saat dihubungi detikcom, Jakarta, Rabu (30/9/2020).

Khusus di Indonesia, dikatakan Yusuf, pemerintah bisa mengkombinasikan strategi micro lockdown dengan meningkatkan kapasitas testing, tracing, dan treatment atau 3T.

Menurut Yusuf, pemerintah Indonesia perlu mengkombinasikan strategi tersebut mengingat jumlah kasus terpapar Corona di tanah air sudah sangat tinggi.

"Jika dari sisi penanganan kesehatan bisa pulih lebih cepat, maka peluang pemulihan ekonomi yang lebih cepat bisa diekspektasikan pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad mengatakan pemerintah Indonesia bisa mengambil pelajaran dari Vietnam mengenai sikap kepemimpinan atau leadership, salah satunya dalam memprioritaskan pemulihan sektor kesehatan dibandingkan ekonomi.

Selanjutnya, kata Tauhid adalah percepatan pencairan insentif atau stimulus fiskal.

"Jadi bukan hanya diputuskan besarannya tapi adalah itu bisa diterima saat masyarakat dibutuhkan. Jangan sampai ini ada tapi bulan berapa baru, jadi tidak efektif. Ketika di depan seharusnya stimulus tetap jalan jadi walau tidak kerja mereka masih bisa makan, ekonomi tetap stabil," kata Tauhid.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jejak Kerusakan di Vietnam Dihantam Topan Molave"
[Gambas:Video 20detik]