Jumlah Orang Tajir China Kalahkan AS di Tengah Corona

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2020 10:26 WIB
Jack Ma
Jack Ma/Foto: Reuters
Jakarta -

Kekayaan miliarder China bertambah US$ 1,5 triliun setara Rp 22.000 triliun selama pandemi COVID-19. Hal itu didorong IPO dan pertumbuhan perusahaan teknologi. Total kekayaan miliarder China menjadi US$ 4 triliun (Rp 58.700 trilun).

Berdasarkan Hurun Rich List 2020, China memiliki 257 miliarder baru selama setahun terakhir. Laporan itu mencatat, tiap minggunya miliarder China bertambah 5 orang, kini totalnya mencapai 878 orang. Menurut Wealth-X jumlah itu telah mengalahkan jumlah miliarder AS sebanyak 788 orang.

"Dunia belum pernah melihat kekayaan sebanyak ini tercipta hanya dalam satu tahun. Pengusaha China telah melakukan jauh lebih baik dari yang diharapkan. Meskipun Covid-19, mereka telah meningkat ke level rekor, " kata Ketua dan Kepala Peneliti Laporan Hurun Rupert Hoogewerf dikutip dari CNBC, Rabu (21/10/2020)

Melonjaknya jumlah miliarder di China juga disebabkan nilai pasar saham yang melonjak. Momen itu membuat banyak perusahaan mengajukan IPO. Selain itu, pertumbuhan perusahaan teknologi telah menyumbang kekayaan baru di negara itu.

Pendiri dan mantan ketua eksekutif Alibaba, Jack Ma menduduki urutan pertama sebagai orang paling kaya di China. Kekayaannya kini mencapai US$ 59 miliar (Rp 866 triliun), kekayaannya bertambah 45℅ terutama jelang IPO perusahaan teknologi miliknya Ant Group.

"Daftar orang kaya China tahun ini tercatat paling banyak dibandingkan lima tahun sebelumnya. Hal itu menandakan struktur ekonomi China yang makin berkembang, terutama di sektor teknologi," kata Hoogewerf.

Menurut laporan Hurun, dua bulan pertama pandemi COVID-19 melanda China, orang kaya China mengalami kehancuran. Namun, seiring berjalannya waktu mereka sukses melewati masa suram dengan dibuktikan oleh pemulihan berbentuk V untuk pasar saham kemudian pasar teknologi melonjak.

Peringkat kedua dalam daftar miliarder China diduduki oleh Pony Ma, pendiri, ketua, dan CEO raksasa teknologi Tencent. Kekayaannya meningkat 50% menjadi US$ 57,4 miliar (Rp 842,8 triliun) didorong suksesnya bisnis game dan aplikasi WeChat. Peringkat ketiga adalah Zhong Shanshan, ketua YST perusahaan air kemasan.

Selanjutnya ada bos perusahaan jasa pengantar makanan Meituan Dianping, Wang Xing yang kekayaannya berlipat ganda menjadi US$ 25 miliar (Rp 367 triliun). Lalu ada pengiriman SF Express yang menggandakan kekayannya lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 35,3 miliar (Rp 518 triliun).

Berikutnya ada perwakilan wanita di tengah-tengah miliarder pria. Ada dari Lens Zhou Qunfei, kekayaannya naik tiga kali lipat menjadi US$ 17 miliar (Rp 249 triliun). Qunfei juga menjadi salah satu dari tiga wanita berpenghasilan mandiri.

Zhou Qunfei dari Lens, pembuat layar sentuh, melihat kekayaannya lebih dari tiga kali lipat menjadi US$ 17 miliar, menjadikannya salah satu dari tiga wanita berpenghasilan mandiri terkaya di dunia.

(ara/ara)