Sri Mulyani Singgung Kasus Corona di DKI Jakarta Paling Tinggi

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 16:27 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sore ini kembali menyampaikan perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Oktober 2020. Penjelasan APBN 2020 diawali dengan perkembangan kasus virus Corona yang masih meningkat.

Sri Mulyani mengatakan total kasus virus Corona mencapai 57,8 juta yang dipimpin Amerika Serikat (AS). Sedangkan Indonesia berada di posisi 31 dengan 488 ribu kasus, atau hari ini sudah mencapai 502.110.

"Pandemi sekarang sudah 57,8 juta kumulatif, dari jumlah kasus AS tertinggi, Indonesia nomor 31 dengan 488 ribu. Dengan penduduk 4 terbesar kita ada di bawah itu suatu hal baik dan kita berharap ini terjaga karena banyak negara yang hadapi gelombang kedua," tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin (23/11/2020).

Ia melanjutkan total sembuh ada 40,1 juta dengan tingkat kesembuhan dunia 70%, Indonesia berada di posisi kelima dengan tingkat kesembuhan 80%. Jumlah tes juga sudah meningkat mencapai 30 ribu. Ia juga menyinggung kasus di DKI Jakarta.

"Total kasus kita 488 ribu, dan masih paling besar di DKI," katanya.

Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 semua negara sudah mulai pulih.

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III hampir semua negara rebound atau titik balik kecuali Tiongkok saja yang berbeda, dan ini sesuatu yang bagus meski masih terlalu dini. Makanya semua negara fokus rebound menjadi recovery aka seluruh kebijakan difokuskan untuk mempertahankan rebound untuk pengembalian arah yang kuat," tuturnya.

Sebagai informasi, jumlah kasus positif virus Corona pada Senin (23/11/2020), bertambah 4.442 kasus. Total positif jadi 502.110, sembuh 422.386, meninggal 16.002.

Sementara jumlah suspek per hari ini sebanyak 66.279 dan jumlah spesimen yang diperiksa yaitu 40.083.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.009 kasus, disusul Jawa Tengah sebanyak 1.005 kasus dan Jawa Barat sebanyak 602 kasus baru per 23 November.

(hek/ara)