Banjir Bikin Pengusaha Mal hingga Truk Merana

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 22 Feb 2021 05:57 WIB
Banjir setinggi 60-100 Cm nampak masih menggenangi jalan TB Simatupang di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/2/2021). Akibat banjir yang menutupi jalan samping Kementerian Pertanian ini membuatnya lumpuh dan tak bisa dilewati motor maupun mobil.
Ilustrasi banjir/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Jabodetabek dilanda banjir pada Sabtu lalu. Hal itu turut menyebabkan dunia usaha merugi. Khusus di Jakarta, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memperkirakan kerugian yang dialami bisa mencapai triliunan rupiah.

"Kami masih mendata UMKM yang ada di Hipmi, tentunya ini kami prediksi sudah bisa mencapai ratusan miliar juga hingga mungkin triliunan," kata Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H Maming kepada detikcom, kemarin Minggu (21/2/2021).

Namun itu masih angka kasar karena pihaknya masih melakukan pendataan. Setidaknya dari sisi operasional saja, kerugian yang ditaksir bisa mencapai Rp 6 miliar dengan asumsi ada 300 toko yang terdampak banjir.

"Kami bisa memprediksi kalau dari value operasional karena tidak bisa beroperasi, kalau misalkan ada 300 toko yang tidak beroperasi, omzetnya satu toko Rp 20 juta berarti lebih kurang ada Rp 6 miliar kerugian kalau dari sisi operasional," sebutnya.

Tentu saja kerugian yang dialami dunia usaha tidak hanya dari sisi operasional. Sebab, banjir turut merusak aset-aset yang dimiliki pelaku bisnis.

"Tapi tentunya ini bukan hanya sisi operasional, ini sisi aset dan lain-lainnya ini sangat terdampak karena kami lihat di sosial media memang banyak potensi kerugian yang dialami oleh masyarakat Jakarta pada banjir tahun 2021 ini," tambahnya.

Puluhan minimarket Alfamart juga terendam banjir. Gudang dan puluhan gerai Alfamart lumpuh karena terendam banjir yang melanda sejumlah daerah. Mayoritas gerai yang diterjang banjir berlokasi di Bekasi.

"Kalau di toko, saya pikir kemarin yang saya data saja cukup banyak ya lebih dari 40-an toko yang terkena ya, baru satu merek saja itu Alfa. Saya punya Alfamidi juga sama ya," kata Corporate Affair Director Sumber Alfaria Trijaya, Solihin kepada detikcom.

Kejadian itu membuat barang-barang di gerai Alfamart sebagian hancur dan rusak, serta dipastikan tidak dapat dijual kembali.

"Kalau ditanya barang itu kan ada yang shelving (rak) di bawah dan shelving di atas ya, otomatis shelving yang di bawah kalau ditanya bukan hancur lagi, sudah nggak bisa diapa-apain," sebutnya.

Untungnya gudang penyimpanan barang milik Alfamart di lokasi terpisah dari toko tidak terlalu parah diterjang banjir. Air merendam sejauh pelataran gudang. Meski tak begitu parah, kegiatan pengiriman barang terhambat akibat genangan air.

"Ya sejauh ini memang gudang tidak terendam separah toko ya, artinya (banjir) sejauh pelataran ya pasti ya sehingga aktivitas daripada pengiriman agak sedikit terganggu," papar Solihin.

Simak video 'Gubernur Anies Jelaskan Fenomena Banjir di Jakarta':

[Gambas:Video 20detik]



Mal pun dibuat sepi oleh banjir yang mengepung. Selengkapnya di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2