Setahun Corona di RI, Ini 3 Dampaknya ke Ekonomi

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 19:30 WIB
Pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021 masih memiliki tantangan besar. COVID-19 masih menjadi faktor ketidakpastian alias hantu pemulihan ekonomi.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Setahun Corona menginfeksi Indonesia. Sebagaimana diketahui, wabah ini pertama kali dikonfirmasi masuk ke Indonesia tepat pada 2 Maret 2020 lalu.

Kehadiran pandemi ini membawa banyak dampak bagi ekonomi Indonesia secara menyeluruh. Berikut tiga dampak setahun corona buat ekonomi Indonesia:

1. RI Masih Resesi

Menurut para ekonom, Indonesia tampaknya masih sulit keluar dari jurang resesi.

"Dengan masih rendahnya aktivitas ekonomi, tekanan pada daya beli masyarakat, penurunan kembali PMI manufaktur dari 52,2 pada Januari 2021 menjadi 50,9 di bulan Februari 2021, maka Indonesia sepertinya masih akan mengalami resesi ekonomi yang berkepanjangan," ujar Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira kepada detikcom, Selasa (2/3/2021).

Sebagaimana diketahui, sejak diserang COVID-19, ekonomi Indonesia terus-terusan berada di zona negatif. Di kuartal II-2020, ekonomi RI langsung jeblok hingga -5,32%, di kuartal III-2020 mulai terjadi perbaikan menjadi -3,49% tapi masih berada di zona negatif, di kuartal IV-2020 pun demikian meski membaik menjadi -2,19% tapi tetap saja belum berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Realisasi itu menunjukkan bahwa RI belum mampu keluar dari jurang resesi. Hal ini terjadi karena pergerakan manusia belum kembali seperti sebelum adanya pandemi COVID-19.

"Masing-masing mobilitas penduduk ke pusat perbelanjaan turun -23%, ke perkantoran turun -29%. Terbatasnya pergerakan penduduk membuat sektor retail terpukul, industri manufaktur lakukan PHK massal dan jasa transportasi serta pariwisata alami resesi berkepanjangan," tuturnya.

2. Ekonomi RI Jatuh ke Level Terendah

Hal serupa disampaikan oleh Ekonom dari Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet. Tak hanya terjebak di jurang resesi, pandemi juga membuat ekonomi RI jatuh ke level pertumbuhan terendah sejak 20 tahun terakhir.

"Sepanjang tahun 2020 kemarin, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi hingga -2%, ini merupakan pertumbuhan terendah dalam setidaknya 20 tahun terakhir," katanya.

Tak berhenti di situ, setahun Corona juga membuat jumlah pengangguran di Indonesia semakin membludak.

"Terbatas aktivitas perekonomian akhirnya berdampak pada isu sosial-ekonomi lainnya, jumlah pengangguran pada Agustus misalnya mencapai 9,7 juta orang atau bertambah 2,67 juta orang dibandingkan tahun 2019," katanya.

3. Kemiskinan Melonjak

Oleh karena pengangguran meningkat akhirnya pendapatan masyarakat juga berkurang dan ini yang kemudian berdampak pada peningkatan jumlah penduduk miskin.

"Jumlah penduduk miskin pada September 2020 sebesar 27,55 juta orang, meningkat 1,13 juta orang terhadap Maret 2020 dan meningkat 2,76 juta orang terhadap September 2019," sambungnya.

Setahun Corona, cita-cita Indonesia untuk menjadi negara maju di tahun 2045 tampaknya bisa tertunda.

"Dampaknya bisa beragam terhadap perekonomian, salah satu misalnya target menjadi negara maju (keluar dari middle income trap) menjadi semakin menantang, karena dibutuhkan pertumbuhan ekonomi dengan rata-rata 7-8% dalam 10 hingga 20 tahun ke depan," timpalnya.

Simak juga Video: Kilas Balik Setahun Covid-19 di Tanah Air

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)