Produksi Naik, Kementan Minta Bulog Prioritaskan Beras Hasil Petani

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 22:26 WIB
Petani melakukan panen di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, Selasa (28/7/2020). Sebanyak 400 hektar sawah panen dengan baik.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri mengatakan Kementan terus mengawal jalannya masa panen di semua wilayah. Ia menilai, data BPS terkait potensi produksi padi memberikan harapan positif bagi kesejahteraan petani.

Kuntoro memperkirakan, akan terjadi kenaikan produksi gabah kering giling sebesar 5,37 juta ton dibandingkan triwulan pertama 2020 yang hanya 19,99 juta ton GKG. Apabila terjadi, maka produksi yang tinggi ini harus mendapatkan prioritas untuk diserap pasar, agar kerja keras petani memberi dampak pada kesejahteraan.

"Kami berharap Bulog dan pasar domestik dapat menyerap secara penuh hasil petani. Kita harus bangga negara kita bisa menyiapkan sendiri stok pangan untuk negeri," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/3/2021).

Lebih lanjut Kuntoro menjelaskan, peningkatan produktivitas padi juga terus diupayakan lewat program Food Estate yang dicanangkan Presiden Jokowi. Ia menambahkan, saat ini Kalimantan Tengah dan Sumba Tengah sedang masuk masa tanam dan menjelang panen.

"Mudah-mudahan ikhtiar kita menyiapkan pangan untuk negeri mendapat dukungan penuh masyarakat. Tekad kita sama, membuat petani bangga berkontribusi untuk pangan di tengahpandemi,"pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, BPS merilis data produksi beras nasional, produksi padi tahun 2020 dan potensi Januari hingga April 2021 mengalami kenaikan. Adapun untuk produksi padi 2020 naik mencapai 54,65 juta ton GKG. Jika dikonversi, produksi beras pada 2020 sebesar 31,33 juta ton.

Sementara itu, potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 diperkirakan sebesar 25,37 juta ton GKG, meningkat sebanyak 5,37 juta ton atau sekitar 26,88 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang hanya 19,99 juta ton GKG.

(ega/hns)