Pemerintah Mau Genjot Produk Lokal, Belinya di Mana?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Apr 2021 20:15 WIB
Online shopping concept
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Pemerintah mendorong masyarakat agar menggunakan produk dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam negeri alias lokal. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Munas Apkasi menyampaikan jika pemerintah daerah wajib menggunakan produk lokal untuk setiap proyeknya.

Potensi suplai dan jumlah pasar produk lokal sudah mencapai 140 juta transaksi setiap bulannya. UMKM saat ini juga bisa menjual produk e-commerce lokal dan sekaligus mendapatkan analisis data sampai pembukuan daring untuk mitra lokal.

CEO Lokalpunya Iffan Halid mengungkapkan produk UMKM yang ditawarkan sudah dikurasi sehingga tak ada produk impor.

"Selain mengambil ceruk produk 100% lokal, Lokalpunya juga memberikan kemudahan berupa analisis data dan pembukuan daring untuk para Mitra Lokal," kata Iffan, Selasa (13/4/2021).

Platform ini sudah diluncurkan versi Beta pada akhir 2020 dan sekarang sudah bisa diunduh di Google Playstore dengan dua versi yaitu untuk konsumen dan mitra. Saat ini sudah ada sebanyak 65 mitra lokal telah memajang 86 item produknya, paling banyak produk fesyen perempuan, perawatan tubuh, kopi, jajanan, dan kriya.

Dia menyebutkan akibat pandemi COVID-19, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi minus pada paruh terakhir 2020. Namun, sektor e-commerce justru naik dan menjadi penolong ekonomi dalam negeri. Pada kuartal II-2020, volume transaksi e-commerce telah naik 39% dari sebelumnya minus 1% di kuartal I.

Kendati berfokus melayani pasar lokal, Lokalpunya juga membuka diri jika ada di antara mitranya memiliki kualifikasi produk untuk ekspor. "Kami telah melakukan penandatanganan kerja sama strategis dengan mitra yang akan menembus luar negeri, baik melalui sesama e-commerce di negara bersangkutan atau ekspor langsung," lanjut Iffan Halid.

Ceruk pasar ekspor sedikit demi sedikit makin terbuka, khususnya menyasar kelompok diaspora Indonesia. Ada perubahan perilaku di mana banyak masyarakat Indonesia yang tinggal dalam satu kota di sebuah negara untuk memesan secara berkelompok.

Untuk metode pembayaran, semua produk UMKM bisa dibayar dengan transfer bank dan ke depan bisa terhubung dompet digital.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan penggunaan produk lokal ini diharapkan bisa menekan dampak pandemi COVID-19. Kemudian bisa menciptakan konsumsi hingga bisa mengurangi pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Kalau ada demand dan ada konsumsi naik produksi di pabrik, produksi di industri juga akan meningkat, sehingga nggak ada yang PHK karyawannya," tambah dia.

(kil/ara)