Warga AS Dilarang ke RI, Ancaman buat Bisnis Pariwisata dan Hotel?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 12 Jun 2021 17:00 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Warga Amerika Serikat (AS) diimbau untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Indonesia. Hal ini karena masih tingginya kasus infeksi virus Corona, teroris dan bencana alam.

Ini tertuang dalam travel advisory Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dalam travel.state.gov sejak Selasa (8/6).

Menanggapi hal tersebut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan imbauan itu tidak akan mempengaruhi bisnis pariwisata di Indonesia.

Hal ini karena memang banyak negara yang melarang warganya pergi ke negara lain. "Nggak berdampak ke Indonesia, warga AS yang datang ke sini sedikit. Banyakan orang Indonesia yang ke sana," kata dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/6/2021).

Dia menyebutkan pandemi ini memang sangat berat untuk sektor pariwisata. Apalagi dengan adanya kenaikan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak orang yang khawatir kasus terus meningkat. Hal ini menyebabkan orang juga berpikir dua kali untuk bepergian untuk wisata.

Dia mengungkapkan sejumlah negara memang sudah ada yang berhasil menangani kasus ini supaya tidak terus meningkat. "Ada juga negara yang herd immunitynya tercapai, kita lagi mengejar ke sana lagi digeber vaksinnya. Kalau pandemi tidak tertangani ya harapannya tipis untuk pulih," jelas dia.

(kil/eds)