Corona Menggila, Ekonomi RI 8% Cuma Tinggal Asa

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 16:06 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8,3% pada kuartal II-2021 bisa-bisa gagal tercapai akibat ledakan kasus positif virus Corona (COVID-19).

Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menyebut kenaikan kasus COVID-19 sudah terjadi sejak akhir Mei hingga memasuki awal Juni. Jika itu terus berlanjut maka pertumbuhan ekonomi bisa meleset dari target.

"Kalau (peningkatan kasus COVID-19) seandainya terjadi berlarut-larut, kalau kita lihat juga kenaikan grafiknya cukup tajam, ini yang saya kira juga makin menguatkan bahwa target pertumbuhan ekonomi misalnya di kuartal kedua yang ditargetkan pemerintah itu berpotensi akan meleset dari targetnya," kata dia kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Bahkan, sebelum terjadi ledakan kasus COVID-19, pihaknya menganggap target pertumbuhan ekonomi 7-8% dari pemerintah terlalu ketinggian.

"Asumsi kami ketika itu lebih kepada beberapa data leading indicator itu memang belum kembali seperti sedia kala. Jadi kami memproyeksikan ketika itu memang pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua khususnya akan berada di kisaran 4% sampai dengan 5%," lanjutnya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira juga meragukan target pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tercapai 8% pada kuartal II.

"Jangan muluk muluk mau 8%, itu namanya pepesan kosong ya harapan semu. Kasihan pengusaha sudah ikut proyeksi pertumbuhan tinggi, tapi masalah utama tahun ini ternyata masih soal kebijakan pemerintah yang kontradiksi. Tempat wisata dibuka terlalu dini, kerumunan akhirnya pasca Lebaran naik lagi kasus COVID-19-nya," jelasnya.

Bhima bahkan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 2% pada tahun ini. Sementara pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di rentang 4,5-5,3% pada 2021.

(toy/eds)