Dorong Ekspor di Perbatasan, Kemendag Bentuk Marketing Point Entikong

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 29 Nov 2021 23:55 WIB
Kemendag Buat Marketing Point Entikong untuk Dorong Ekspor di Perbatasan
Foto: Kemendag
Jakarta -

Kementerian Perdagangan mendirikan pusat promosi ekspor di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong. Upaya ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pembentukan pusat promosi ekspor berupa Marketing Point di kawasan PLBN Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat.

Diketahui, penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi bersama Gubernur Provinsi Kalimantan Barat Sutarmidji.

"Penandatanganan ini merupakan landasan dasar dalam melaksanakan upaya peningkatan ekspor produk yang berasal dari Provinsi Kalimantan Barat, khususnya melalui PLBN Entikong. Selain itu, penandatanganan ini juga sekaligus menjadi bentuk sinergi antar lembaga di bidang ekspor nasional," kata Didi dalam keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

Didi menjelaskan melalui nota kesepakatan tersebut, pihaknya akan bertugas mengkoordinasikan pembentukan pusat promosi ekspor, termasuk menyelenggarakan berbagai program peningkatan pangsa pasar produk nasional dan/atau produk unggulan daerah.

Sementara itu, nantinya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan bertanggung jawab dalam menyediakan dukungan daerah bagi pelaksanaan pusat promosi ekspor tersebut.

Didi pun mengungkap Marketing Point yang dibentuk merupakan unit fasilitasi pengembangan ekspor di kawasan perbatasan negara. Unit ini dibuat untuk meningkatkan ekspor produk unggulan daerah dan nasional ke negara tetangga dan substitusi produk impor untuk masyarakat setempat.

Ia menambahkan, pada tahun 2021 ini, pihaknya mendirikan Marketing Point di dua perbatasan, yaitu di PLBN Entikong, Kalimantan Barat dan PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur.

"Kami sangat mengapresiasi kerja sama dan dukungan yang luar biasa dari seluruh pihak, terutama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan jajarannya, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dan PLBN Entikong sehingga pendirian Marketing Point Entikong dapat terwujud tanpa hambatan yang berarti," ungkapnya.

Lebih lanjut, Didi menerangkan Pendirian tujuan dari pendirian Marketing Point di Entikong ialah mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan Provinsi Kalimantan Barat dan juga sebagai upaya meningkatkan pangsa pasar produk unggulan daerah di negara tetangga.

"Sebagaimana arahan Menteri Perdagangan untuk terus melakukan berbagai upaya mengembangkan ekspor, harapan kami, melalui Marketing Point ini kita bisa memaksimalkan promosi produk Indonesia ke negara tetangga. Sehingga bisa meningkatkan perekonomian kawasan. Ke depan, diharapkan kita bisa memaksimalkan penetrasi pasar ke negara yang berbatasan langsung dengan kita," terangnya.

Ia menyampaikan Kemendag akan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk ke depannya secara reguler melakukan pembinaan kapasitas pelaku usaha, pengembangan produk, dan promosi ekspor di Marketing Point.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan pihaknya mendukung dan mengapresiasi pengembangan daerah perbatasan. Menurutnya, kolaborasi antar instansi sangat diperlukan terutama dalam pengembangan produk-produk utama yang sangat dibutuhkan masyarakat Malaysia.

"Pemerintah harus jeli melihat peluang pasar terkait produk-produk yang diminati di Malaysia," imbuhnya.

Selain itu, sebagai wujud pembinaan kepada pelaku usaha, pada Selasa 30 November 2021 akan diselenggarakan Forum Informasi Pasar Perwakilan Perdagangan di PLBN Entikong yang menghadirkan Atase Perdagangan Kuala Lumpur, Tenaga Ahli Bidang Standarisasi Produk Export Center Surabaya, dan Tenaga Ahli Desain dari Indonesia Design Development Center Jakarta.

"Semoga pendirian Marketing Point ini dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha di wilayah perbatasan Entikong dan mendorong pertumbuhan ekspor produk unggulan Kalimantan Barat khususnya melalui kawasan perbatasan Entikong, serta menjadi percontohan dalam pengembangan kawasan perbatasan lainnya di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada periode Januari-September 2021, neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Barat mencatat surplus yang cukup tinggi sebesar US$ 1,27 miliar. Pertumbuhannya mencapai 3,51% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

(fhs/ega)