Jelang Sidang Umum PBB, Sherpa GCRG Bahas Krisis Pangan-Energi

ADVERTISEMENT

Jelang Sidang Umum PBB, Sherpa GCRG Bahas Krisis Pangan-Energi

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Sabtu, 17 Sep 2022 16:01 WIB
Kemenko Perekonomian
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Dalam rangka mempersiapkan Sidang Umum PBB ke-77 dilakukan pertemuan tingkat Sherpa GCRG (Global Crisis Response Group). Agenda ini untuk membahas persiapan teknis Roundtable GCRG yang merupakan pertemuan tingkat kepala negara/ kepala pemerintahan) yang akan berlangsung di New York, Amerika Serikat pada tanggal 21 September mendatang.

Diketahui, pertemuan ketiga Sherpa GCRG ini dilaksanakan secara virtual pada Jumat (16/9) kemarin, dengan dipimpin oleh Deputi Sekretaris Jenderal PBB, Amina J. Mohammed, dan dihadiri oleh seluruh Sherpa GCRG. Indonesia sendiri diwakili langsung oleh Sesmenko Perekonomian Susiwijono selaku Sherpa Indonesia di GCRG.

Deputi Sekjen PBB Amina mengatakan Sidang Umum PBB ke-77 akan dibuka pada Selasa tanggal 20 September 2022, dengan mengambil tema 'A watershed moment: transformative solutions to interlocking challenges'. Adapun salah satu agenda sampingan (side events) dari Sidang Umum PBB tersebut adalah pertemuan dari para Champions GCRG (Global Crisis Response Group) atau GCRG Roundtable pada rangkaian acara UN General Assembly High-Level Week.

"Pada Sidang Majelis Umum PBB terdapat dua agenda sampingan yakni Roundtable GCRG dan pertemuan terkait Climate Change" ujar Amina dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/9/2022).

Diungkapkannya, Champions GCRG yang akan hadir adalah PM Barbados, PM Bangladesh, Kanselir Jerman, dan Presiden Senegal. Sedangkan Presiden RI dan PM Denmark tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Amina menyebut Sekjen PBB Antonio Guterres akan memimpin pertemuan Roundtable GCRG. Sekjen UNCTAD Rebecca Greenspan juga akan memaparkan kompleksitas krisis dan keterkaitan antara dimensi krisis satu dengan lainnya, serta kendala dalam penurunan harga komoditas pangan dan energi.

"Krisis sosial diperkirakan akan terus terjadi di beberapa kawasan dunia, seperti di Amerika Latin dan dapat menyebar ke kawasan lainnya. Mengantisipasi gejolak tersebut, komunitas global perlu mempersiapkan program jaringan pengaman sosial yang dapat menunjang ketersediaan pangan dan lapangan pekerjaan", terangnya.

Nantinya, dalam kegiatan Roundtable GCRG, para Champions yang hadir akan menyampaikan pandangan dan masukan. Pertemuan akan membahas lebih lanjut isu-isu pangan, energi, dan keuangan.

"Joint Coordination Centre (JCC) dari Black Sea Grain Initiative akan berbicara mengenai pengelolaan transportasi komoditas pangan dan pupuk dari Ukraina," katanya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT