×
Ad

Kolom

Ekonomi Perang

Anggito Abimanyu - detikFinance
Rabu, 25 Mar 2026 12:50 WIB
Foto: BBC World
Jakarta -

Sebelum perang Iran-Israel meletus, ekonomi dunia sudah tidak aman. Telah terjadi perang perdagangan, perang energi, perang teknologi dan perang supremasi.

Dunia saat ini sedang memasuki fase transisi geopolitik dan geoekonomi yang sangat penting. Sistem ekonomi global yang selama beberapa dekade didominasi kekuatan multilateral, kini bergerak menuju konfigurasi multipolar yang lebih kompleks.

Konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Israel dan Iran merupakan salah satu titik krusial yang mencerminkan dinamika tersebut. Konflik ini tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga memiliki implikasi luas terhadap stabilitas ekonomi global, perdagangan dan redistribusi populasi serta potensi krisis ekonomi dunia.

Akar masalah dari konflik Timur Tengah adalah perebutan sumber daya energi dan perluasan pasar, khususnya AS, China, Eropa Barat, dan Rusia. AS dan China memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas pasokan energi untuk menopang pertumbuhan ekonominya.

Lebih dari 70% konsumsi minyak China berasal dari impor, yang sebagian besar berasal dari Rusia, Iran, serta Venezuela. Produksi minyak tersebut kini akan direbut oleh AS secara paksa (Bloomberg, 2025.)

Rusia dan China memiliki kepentingan strategis untuk menyeimbangkan pengaruh AS di kawasan Timur Tengah, meskipun keterlibatan mereka sering lebih bersifat diplomatik dan ekonomi dibandingkan keterlibatan militer langsung.

Iran memiliki hubungan perdagangan dan geopolitik yang semakin intens dengan Rusia dan China dalam berbagai bidang. Iran adalah negara kuat secara ekonomi, teknologi dan militer. Iran sudah dikenakan sangsi ekonomi dan embargo perdagangan, namun ekonominya tetap kuat. Iran sudah mempersiapkan cukup lama untuk mengembangkan strategi jangka panjang dalam kerangka "economic of war".

Timur Tengah sebagai Pusat Energi Dunia

Salah satu alasan utama mengapa konflik di Timur Tengah memiliki dampak global adalah karena posisi kawasan yang penting dalam sistem energi dunia. Negara-negara seperti Iran, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab memang hanya menempati wilayah sekitar 5,1 juta kilometer persegi, atau sekitar 3,4% dari luas permukaan bumi. Namun wilayah yang relatif kecil ini menyimpan kekayaan energi yang sangat besar.

Kawasan Timur Tengah menguasai sekitar 48% cadangan minyak dunia dan sekitar 38% cadangan gas alam global. Selain itu, 5 dari 10 produsen minyak terbesar dunia berada di kawasan ini, menjadikannya pusat gravitasi dalam geopolitik energi global.



Simak Video "Video Kemenhaj: 6.047 Jemaah Umroh Kembali ke Tanah Air"


(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork