×
Ad

Turis Malaysia-Australia Paling Banyak Liburan di RI

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 03 Agu 2026 15:28 WIB
Foto: Suasana sore di Jalan Raya Pantai Kuta yang agak lengang, Badung, Sabtu (20/12/2025). (Aryo Mahendro/detikBali).
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Juni 2026 mencapai 1,39 juta kunjungan. Wisman dari Malaysia, Singapura, dan Australia yang paling banyak berkunjung ke Indonesia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan dari total kunjungan tersebut, sebanyak 1.210.879 kunjungan masuk melalui pintu masuk utama. Sementara 175.696 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan.

"Dengan demikian, secara total jumlah kunjungan wisman sebanyak 1,39 juta atau naik 0,32% secara bulanannya. Sedangkan secara tahunannya justru mengalami penurunan sebesar 2,15%," ujar Ateng dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Secara kumulatif atau sepanjang Januari hingga Juni tahun 2026, Ateng menyebut total kunjungan wisman mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71% dibandingkan periode yang sama pada 2025. Dia menjelaskan capaian kunjungan wisman selama Januari sampai dengan Juni 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak 2020.

Berdasarkan paspor yang dipegang, kunjungan wisatawan mancanegara paling banyak dilakukan wisatawan asal Malaysia, Singapura, dan Australia. Apabila dilihat berdasarkan pintu masuk utama, kedatangan wisman paling banyak di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, yang didominasi oleh wisatawan pemegang paspor Australia.

"Wisatawan yang memegang paspor Malaysia yaitu 18,66%, Singapura 12,25%, dan Australia 12,08%," imbuh Ateng.

Rata-rata Pengeluaran Turun
Pada triwulan-II 2026, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai US$ 1.285 atau sekitar Rp 23 juta (kurs Rp 17.900). Ateng menuturkan angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan rata-rata pengeluaran pada triwulan I 2026. Namun, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan triwulan II pada 2025.

Sementara itu, rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan II 2026 mencapai 10,30 malam atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan I 2026.

Dari sisi alokasi biaya, proporsi pengeluaran terbesar wisman masih didominasi untuk sektor akomodasi sebesar 37,21%, diikuti oleh makanan dan minuman sebesar 19,81%, serta belanja dan cinderamata sebesar 11,04%.

"Terjadi peningkatan proporsi jenis pengeluaran wisman pada hiburan, sewa kendaraan, dan juga penerbangan domestik," tambah Ateng.




(rea/hal)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork