Sebanyak 249 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah diberhentikan. Pemberhentian ini menyusul adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kepala dapur yang mengelola program makan bergizi gratis (MBG).
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan di bawah kepemimpinan Kepala BGN yang baru, Sudaryono, sudah ada puluhan kepala SPPG yang tidak disiplin, tidak pernah ke kantor.
"Sudah ada 66 yang diberhentikan ini baru satu bulan ya," ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (26/8/2026).
Zulhas menyebut status mereka sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) diharuskan hadir ke kantor. Adapun total akumulasi kepala dapur MBG yang telah dipecat mencapai 249 orang.
Zulhas menegaskan Kepala SPPG bertanggung jawab sebagai pengawas makanan di tempat sangat vital demi menghindari bahaya dan memastikan kualitas makanan.
"(Kepala) SPPG nggak disiplin, ya, enggak ngantor, enggak datang ke kantor. Kan mereka PPPK, kalau enggak ngantor berapa kali itu harus diberhentikan. Nah, ini tegas sudah 183 plus 66 yang dipecat," tambah ia.
Sebelumnya, sebanyak 66 Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam proses pemberhentian secara tidak hormat. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan pemberhentian secara tidak hormat ini karena pegawai-pegawai tersebut melakukan tindakan indisipliner. Ia membeberkan sejumlah tindakan indisipliner yang dilakukan kepala dapur MBG, mulai dari penipuan, terlibat judi online, hingga hengki pengki.
"Per hari ini kami telah memproses pemberhentian dan pembinaan SPPI atau Kepala Dapur, 66 kasus dalam proses pemberhentian. Jadi, diberhentikan secara tidak hormat," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).
Badan Kepegawaian Negara sudah memproses pemberhentian kepada puluhan pegawai tersebut. Adapun 66 kasus kepala SPPG ini tersebar di Jawa Barat 29 kasus, Jakarta & Banten sebanyak 19 kasus, Jawa Tengah 12 kasus, Jawa Timur 27 kasus, Sumatera 21 kasus, Kalimantan 9 kasus, Sulawesi 4 kasus, dan wilayah lainnya 5 kasus.
Tak hanya itu, sebanyak 60 kasus masih dalam pembinaan internal. Sudaryono menyebut pihaknya masih mengecek konflik yang terjadi antara Kepala Dapur dan MBG.
Simak juga Video 'BGN dan BRIN Kembangkan Sensor Deteksi Makanan Basi untuk Program MBG':
(rea/ara)