Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan sebanyak 1,3 miliar batang rokok ilegal telah ditindak oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Penindakan ini dilakukan periode Januari-September 2026.
Menurut Suahasil, rokok tersebut merupakan produk hasil tembakau yang tidak memenuhi kewajiban pembayaran cukai sebagaimana mestinya. Ia menjelaskan penindakan rokok ilegal merupakan bagian dari penguatan pengawasan DJBC.
"Saat ini 1,3 miliar batang sudah kita temukan di luar sana.Rokok hasil tembakau yang tidak membayar cukai dengan benar," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
Secara angka, jumlah tersebut meningkat 44,4% YoY. Angka 1,3 miliar batang rokok ilegal berasal dari 14.621 kali penindakan, termasuk 1,5 juta batang di ruas tol Nganjuk-Kertasono
Hingga September 2026, Bea Cukai juga mengumpulkan Rp 107,1 miliar dari hasil ultimum remedium, yakni pembayaran denda atas pelanggaran yang diselesaikan.
Selain rokok ilegal, Bea Cukai juga melakukan penindakan terhadap berbagai aktivitas penyelundupan barang, termasuk beras ilegal hingga peredaran narkotika. Suahasil menyebut barang bukti narkotika yang berhasil diamankan mencapai 11,22 ton.
"Nah, selain itu pemberantasan narkotika sudah didapatkan 11,22 ton barang bukti.Termasuk di dalamnya ada penyelundupan metapetamin 13 kg di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia," jelas Suahasil.
Di sisi lain, Suahasil melaporkan penerimaan kepabeanan dan cukai telah mencapai Rp 240,1 triliun atau 71,5% dari target APBN. Penerimaan tersebut berasal dari cukai sebesar Rp 167,7 triliun, bea masuk Rp 41,6 triliun, dan bea keluar Rp 30,9 triliun.
Seluruh komponen penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat mengalami pertumbuhan. Penerimaan cukai tumbuh 2,7%, bea masuk meningkat 13,6%, sedangkan bea keluar mencatat pertumbuhan sebesar 44,5%.
"Sehat, 3/4 tahun mengumpulkan 71,5% dari APBN. Komposisinya, cukai Rp 167,7 triliun, bea masuk Rp 41,6 triliun, bea keluarnya Rp 30,9, pertumbuhannya semua positif, cukai tumbuh 2,7%, bea masuk tumbuh 13,6%, bea keluar tumbuh 44,5%," terang Suahasil.
(ily/ara)