Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 22 Okt 2019 11:03 WIB

Reksa Dana Bisa Jadi Pilihan Investasi saat Ekonomi Tak Menentu

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Dok Bank Mega Foto: Dok Bank Mega
Jakarta - Kondisi pasar keuangan diproyeksi masih dipenuhi ketidakpastian hingga akhir tahun 2019. Hal itu sebagai imbas perang dagang.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) berupaya meredam ketidakpastian itu melalui penurunan suku bunga acuan. Dalam 3 bulan terakhir, BI sudah menurunkan suku bunga acuan sampai 75 basis poin menjadi 5,25%.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM) Marsangap P Tamba lewat keterangan tertulis, Selasa (22/10/2019).

"Kami melihat sampai dengan akhir tahun 2019, pasar masih akan di penuhi oleh volatilitas yang tinggi karena isu perang dagang yang belum mereda serta kebijakan suku bunga rendah dari Bank Sentral guna menetralkan efek negatif dari perang dagang," katanya.

Di sisi lain, dia menyebut, kondisi itu membawa angin segar pada pasar obligasi khususnya obligasi pemerintah. Berdasarkan data Infovesta per akhir September 2019, dalam kurun waktu 3 bulan infovesta government bond index mencatatkan kenaikan sebesar 1,79% mengalahkan kinerja dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di mana, pada periode yang sama terkoreksi 2,98 %.

"Pasar obligasi tentunya mendapat 'berkah' tersendiri dengan tren penurunan suku bunga yang terjadi saat ini, khususnya obligasi pemerintah," ujarnya.


Dengan kondisi itu, ia mengatakan, instrumen reksa dana pendapatan menjadi instrumen yang tepat di saat kondisi sedang tak menentu.

"DIM memiliki 2 Reksa Dana Pendapatan Tetap unggulan yang dapat menjadi pilihan bagi investor untuk melakukan investasi, yaitu Danareksa Melati Pendapatan Utama dan Danareksa Melati Premium Dollar," katanya.

Danareksa Melati Pendapatan Utama merupakan reksa dana pendapatan tetap berdenominasi rupiah dengan penempatan pada obligasi pemerintah dan/atau obligasi korporasi dengan rating minimal A.

Sementara Danareksa Melati Premium Dollar merupakan reksa dana pendapatan tetap berdenominasi dolar Amerika Serikat dengan penempatan pada obligasi pemerintah berdenominasi dolar.

Berdasarkan data infovesta per tanggal 30 September 2019, Danareksa Melati Pendapatan Utama memberikan imbal hasil 1 tahun sebesar 16,71 %. Sementara, Danareksa Melati Premium Dollar membukukan kinerja 10,82%.



Simak Video "Trauma Dirampok, Farah Quinn Ogah Simpan Berlian di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com