Bank Mega Cetak Laba Rp 3 Triliun di 2020

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 17 Feb 2021 19:45 WIB
Meg
Ilustrasi/Foto: Dok. Bank Mega
Jakarta -

PT Bank Mega Tbk pada 2020 mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,01 triliun. Capaian tersebut artinya tumbuh 50% dibandingkan periode 2019 yang sebesar Rp 2 triliun.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengungkapkan pertumbuhan laba ini diperoleh dari pendapatan bunga bersih atau net interest income sebesar 9% menjadi Rp 3,9 triliun dibandingkan posisi tahun 2019 sebesar Rp 3,58 triliun.

"Fee based income juga menyumbang kenaikan laba yakni menjadi Rp 2,9 triliun atau tumbuh 26% dibandingkan periode 2019 Rp 2,3 triliun," kata Kostaman dalam Public Expose, Rabu (17/2/2021).

Kemudian total aset tercatat Rp 112,2 triliun atau naik 11% dibandingkan periode 2019 sebesar Rp 100,8 triliun.

Selanjutnya dana pihak ketiga (DPK) Bank Mega Rp 79,19 triliun atau naik 9% dibandingkan periode 2019 sebesar Rp 72,8 triliun. DPK ini terdiri dari deposito yang mendominasi yaitu 72%, tabungan 17% dan giro sebesar 11%.

Menurut Kostaman kelesuan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi ini mengakibatkan kredit pihak ketiga Bank Mega negatif 6% yakni menjadi Rp 48,5 triliun dari Rp 51 triliun pada 2019.

"Kredit korporasi masih tumbuh positif dibandingkan segmen lainnya, yaitu sebesar 55% menjadi Rp 26,2 triliun," ujar Kostaman.

Kostaman juga menjelaskan rasio beban operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) semakin membaik yakni menjadi 65,9% dibanding posisi 2019 sebesar 74,1%. Hal ini karena dampak inovasi digital yang dilakukan perseroan sejak 2 tahun terakhir baik back office maupun front office.

Kemudian permodalan tercatat 31,4% naik dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 23,68%. Menurut dia rasio permodalan yang kuat merupakan hal penting untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

(kil/hns)