Tahun Macan Air, Ini Jenis Investasi yang Cocok buat Investor Pemula

ADVERTISEMENT

Tahun Macan Air, Ini Jenis Investasi yang Cocok buat Investor Pemula

Iffa Naila Safira - detikFinance
Rabu, 02 Feb 2022 10:59 WIB
Beragam dekorasi sambut Imlek ramai diburu warga. Di Hong Kong, Fai Chun yang merupakan kertas yang berisi berbagai harapan di tahun baru pun jadi primadona.
Foto: AP Photo/Kin Cheung

William mengatakan bahwa di samping reksa dana, berinvestasi di SBN dapat menjadi salah satu alternatif investasi yang cukup menguntungkan.

Sebagai informasi, Obligasi Negara Ritel seri ORI021 menjadi SBN Ritel yang diterbitkan pemerintah pada tahun ini, sekaligus SBN Ritel pertama di tahun 2022 yang dapat dibeli oleh masyarakat di Bibit. Masa penawaran ORI021 dimulai pada tanggal 24 Januari 2022 dan berakhir pada 17 Februari 2022.

Pembelian/pemesanan minimal untuk ORI021 adalah Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta dengan maksimum Rp 2 miliar.Untuk bisa membelinya, para pengguna cukup mengklik icon atau banner "Surat Berharga Negara (SBN)" dihomepageaplikasi maupun website Bibit. Dalam hal ini, Bibit bermitra dengan Stockbit Sekuritas untuk mengelola pencatatan dan penyimpanan Rekening Dana Investor SBN milik investor.

Nantinya, setelah investor melakukan pembayaran untuk transaksi SBN, investor akan menerima bukti transaksi berupa Bukti Penerimaan Negara (BPN). Di dalam BPN, terdapat Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) yang diterbitkan langsung oleh negara serta menjadi bukti kepemilikan SBN yang dibeli.

Investasi di SBN juga memiliki beberapa keunggulan lain. Pertama, pembayaran kupon dan pokok SBN dijamin 100% oleh negara. Jadi, investor tidak perlu khawatir akan adanya risiko gagal bayar. Kedua, imbal hasil yang SBN tawarkan lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito bank BUMN. ORI021 ditawarkan dengan kuponfixedatau tetap 4,9%, tenor tiga tahun, dan dapat diperjualbelikan. Ini lebih tinggi daripada suku bunga acuan BI yang saat ini adalah 3,5%.

Ketiga, pajak yang dikenakan pada imbal hasil SBN adalah 10%, lebih rendah dari pajak deposito, yakni 20%.

"Terakhir, SBN bisa menjadi pilihan investasi yang memberikanpassive incomeyang konsisten kepada investor karena kupon atau imbal hasilnya dibayarkan setiap bulan," tutup William.


(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT