×
Ad

Kinerja AUTO Menguat di 2025, IHSG Ditutup di Level 8.280

- detikFinance
Rabu, 25 Feb 2026 09:02 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Overview

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (24/02) di zona negatif. Indeks turun 1,37% ke posisi 8.280,83. Meski melemah, sejumlah saham bank dan telekomunikasi masih menjadi penopang, di antaranya Bank Mega (MEGA) yang melonjak 24,70%, Bank Mandiri (BMRI) naik 1,90%, serta Telkom Indonesia (TLKM) menguat 0,85%.

Sebaliknya, tekanan datang dari saham tambang dan energi. Amman Mineral Internasional (AMMN) terkoreksi 4,49%, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) turun 2,96%, dan Bumi Resources Minerals (BRMS) melemah 4,72%.

Dari sisi transaksi, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp621,89 miliar di pasar reguler dan Rp1,38 triliun di seluruh pasar. Secara sektoral, 10 dari 11 sektor ditutup menguat. Sektor energi menjadi yang paling dalam penurunannya, yakni 3,50%, sementara sektor keuangan memimpin kenaikan sebesar 1,02%.

Namun penguatan tersebut belum tercermin pada instrumen berbasis saham Indonesia di luar negeri. iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) turun 0,88% dan MSCI Indonesia Index terkoreksi 1,07%.

Berita Emiten

  1. Astra Otoparts (AUTO)

AUTO mencatatkan kinerja emiten otomotif yang menjadi sorotan. Emiten ini melaporkan laba bersih Rp2,20 triliun sepanjang 2025, tumbuh 8,43% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,03 triliun. Pendapatan bersih perseroan juga meningkat 4,37% menjadi Rp19,90 triliun dari Rp19,07 triliun.

Pendapatan terbesar berasal dari segmen manufaktur komponen otomotif sebesar Rp11,76 triliun, disusul segmen perdagangan Rp9,78 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh peluncuran model kendaraan baru dari pabrikan (OEM). Beban pokok penjualan naik 3,33% menjadi Rp16,54 triliun, sehingga laba kotor tercatat Rp3,36 triliun atau naik 9,80% dibandingkan Rp3,06 triliun pada 2024.

Secara pergerakan harga saham, AUTO dalam jangka pendek menunjukkan pola bearish engulfing yang membuka ruang koreksi menuju area Rp2.670.

  1. Widodo Makmur Unggas (WMUU)

WMUU menyiapkan aksi penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 6,10 miliar saham baru. Seluruh saham hasil aksi korporasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia setelah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan.

Dana yang dihimpun rencananya akan digunakan sebagian untuk konversi hak tagih Widodo Makmur Perkasa (WMPP) kepada WMUU, sedangkan sisanya untuk modal kerja guna memperkuat kegiatan operasional. WMPP sebagai pemegang saham akan berpartisipasi melalui mekanisme konversi piutang. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 2 April mendatang.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Simak juga Video 'Ini Dia Investasi Bijak di Pertengahan Bulan Februari':




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork