Produsen kendaraan listrik nasional berbasis baterai (KLBB) PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk sejalan dengan strategi diversifikasi, VKTR juga memperluas pengembangan produknya ke segmen Waste-to-Energy (WTE) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan solusi mobilitas dan teknologi berkelanjutan.
Dari tahun ke tahun, Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik komersial, bukti dari peran kuat Perseroan sebagai pendorong adopsi kendaraan listrik di tanah air.
Sejalan dengan milestone pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun mulai dari fase pionir perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD), pencapaian TKDN di atas 40%, hingga ekspansi portofolio bus dan truk listrik, VKTR terus menunjukkan akselerasi kinerja baik secara operasional maupun finansial sebagai bagian dari transformasi menuju kendaraan komersial nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
"Pertumbuhan yang kami catatkan dari tahun ke tahun bukan sekadar capaian bisnis, melainkan bukti bahwa transformasi menuju kendaraan komersial listrik di Indonesia sedang berlangsung dan kami berada di garis terdepan. Kami tidak sekadar mengikuti arus perubahan," ujar Chief Executive Officer PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie dalam siaran pers, Jumat (27/2/2025).
Pada tahun 2025, Perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5% YoY menjadi Rp1.089 miliar pada tahun 2025, dibandingkan Rp 1.004 miliar pada tahun 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan akselerasi penjualan kendaraan listrik seiring peningkatan realisasi pengiriman, serta kontribusi yang relatif stabil dari segmen manufaktur suku cadang.
Laba kotor tumbuh 10,4% YoY menjadi Rp 197 miliar di tahun 2025, dari Rp 178 miliar di tahun 2024, didorong oleh perbaikan pricing di segmen kendaraan listrik yang berkontribusi pada penguatan margin laba kotor secara keseluruhan.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Perseroan tumbuh 11,8% YoY menjadi Rp 1.798 miliar pada tahun 2025, dari Rp 1.609 miliar di 2024, didorong oleh kenaikan uang muka terkait proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan, yang diimbangi juga oleh penambahan aset tetap. Di sisi liabilitas, terjadi peningkatan 22,2% YoY menjadi Rp 553 miliar di tahun 2025 dari Rp 453 miliar di tahun 2024 sejalan dengan penambahan pinjaman untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan.
Pada akhir tahun 2025, Perseroan telah menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operator Transjakarta sebagai bagian dari total pemesanan 80 unit. Sementara itu, 30 unit lainnya telah menyelesaikan tahap perakitan chassis di fasilitas PT VKTR Sakti Industries dan kini tengah memasuki tahap karoseri di perusahaan manufaktur rekanan Perseroan, PT Laksana Bus Manufaktur.
Selanjutnya, di tahun yang sama, Perseroan telah menyelesaikan pengiriman 3 unit bus listrik untuk mobilisasi karyawan ke salah satu perusahaan pertambangan swasta. Perseroan juga telah melakukan serah terima 5 unit compactor kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta dan 5 unit dump truck kepada Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta.
Sepanjang 2025, Perseroan secara proaktif memperkuat kapabilitas pengembangan produk melalui perluasan kemitraan strategis dengan OEM global, sekaligus menjalankan berbagai program uji coba produk bersama calon pelanggan di segmen kendaraan komersial. Pendekatan ini memungkinkan Perseroan tidak hanya mengadopsi teknologi yang relevan, tetapi juga memastikan bahwa setiap pengembangan produk selaras dengan kebutuhan operasional dan dinamika pasar.
Tidak hanya menghadirkan produk yang andal, setiap unit kendaraan listrik VKTR dirancang sebagai solusi mobilitas yang inovatif dalam mendukung upaya pengurangan emisi bagi seluruh pemangku kepentingan. Hingga akhir Desember 2025, Perseroan mencatatkan capaian yang positif dalam kontribusi penurunan emisi melalui implementasi produk kendaraan listrik di berbagai lini produk. Berdasarkan kalkulasi internal Perseroan, armada bus listrik yang telah beroperasi mencatatkan total jarak tempuh sekitar 14,8 juta km. Dengan pencapaian tersebut, penggunaan bus listrik VKTR diperkirakan mampu menekan emisi karbon hingga 13 ribu ton CO₂, yang setara dengan penanaman ~600 ribu pohon.
Pada Februari 2026, Perseroan memperoleh sertifikasi TKDN lebih dari 40% dari Kementerian Perindustrian untuk bus listrik 8 meter. Capaian ini memperkuat posisi Perseroan sebagai pionir dalam perakitan kendaraan listrik nasional yang mengunggulkan lokalisasi. Sejak 2024, VKTR menjadi satu-satunya pemasok bus listrik berbasis CKD di Indonesia yang telah mencapai TKDN lebih dari 40% untuk lini produk bus 12 meter untuk Transjakarta.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus meningkatkan tingkat lokalisasi produksi, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan nilai tambah, mendorong transfer teknologi, serta memperluas penyerapan tenaga kerja nasional, di mana jumlah tenaga kerja outsource di pabrik VKTS Perseroan tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
(kil/kil)