×
Ad

Otoritas Pasar Modal Bakal Temui MSCI Lagi Minggu Ini, Bahas Apa?

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2026 12:17 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi/Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta -

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi mengatakan pertemuan lanjutan antara otoritas pasar modal dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan digelar minggu ini. Pertemuan tersebut menindaklanjuti hasil keterbukaan informasi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hasan menjelaskan, kedua Self-Regulatory Organization (SRO) telah membuka data kepemilikan saham di atas 1% sebagai progres dari permintaan MSCI terkait transparansi pasar modal. Kemudian pertemuan minggu ini, MSCI diharapkan dapat menilai keterbukaan informasi yang telah dilakukan SRO pasar modal.

"MSCI pertemuan berikutnya di minggu ini. Nah, kemarin kita sudah melaporkan dan menyediakan data yang progres terakhir adalah yang kepemilikan saham di atas 1%. Ini yang selanjutnya kita harapkan akan dilakukan olahan datanya oleh mereka untuk menilai apakah apa yang kami sajikan sudah memenuhi ekspektasinya atau apa yang masih ditambahkan," ungkap Hasan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Hasan mengatakan, komunikasi dengan MSCI berlangsung intens dan konstruktif. MSCI juga terus melakukan analisa setiap SRO pasar modal melaporkan progres pengungkapan rincian keterbukaan informasi.

"Sejauh ini sangat baik, konstruktif, kemudian interaksinya sangat intens di tim teknis, dan kemudian dari analis mereka juga terus melakukan pengolahan data setiap kali ada progres," jelasnya.

Hasan menargetkan reformasi pasar modal bisa rampung bulan ini. MSCI akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap pasar modal Indonesia pada Mei mendatang.

"Sejauh ini persepsinya sangat baik. Jadi kita harapkan, kan ini baru bulan Maret ya, mereka baru akan melakukan evaluasi lagi di Mei, tapi datanya sudah kita sediakan sejak awal. Nah, jadi kalau misalnya masih ada yang perlu kita tambahkan, setidaknya masih punya cukup banyak waktu," pungkasnya.

Sebagai informasi, pengungkapan data kepemilikan saham di atas 1% sebelumnya dilakukan BEI dan KSEI sejak penutupan perdagangan Selasa (3/3) kemarin. Pengungkapan kepemilikan saham menjadi salah satu poin yang diajukan dalam proposal reformasi pasar modal ke MSCI dan Financial Times Stock Exchange (FTSE).

Keputusan ini dilakukan sejalan dengan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1/KDK.04/2026. Dalam surat tersebut, BEI dan KSEI ditetapkan sebagai penyedia data kepemilikan saham perusahaan terbuka kepada publik.

"Per sore ini, pada saat pasar sudah tutup, shareholders name di atas 1% itu sudah bisa diakses oleh publik di website IDX," ungkap Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Tonton juga video "OJK Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pasar Modal, Nilai Transaksi Rp 14,5 T"




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork