PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) alias KFC Indonesia masih membukukan rugi bersih sepanjang 2025. Meski begitu, perseroan berhasil menekan angka kerugiannya seiring menyusutnya beban pokok penjualan sepanjang periode tersebut.
Bagaimana dengan pemain restoran cepat saji lainnya? Berbeda dengan KFC Indonesia, PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) alias Pizza Hut yang berhasil membalikkan keadaan rugi menjadi laba. Pendapatan bersih perseroan juga tercatat naik sepanjang tahun 2025.
Beda Nasib KFC dan Pizza Hut
Sarimelati Kencana (Pizza Hut)
Pizza Hut berhasil membalikan nasib sepanjang tahun 2025. Perseroan membukukan laba Rp 24,75 miliar sepanjang tahun 2025, dari rugi bersih sebesar Rp 72,83 miliar pada 2024.
Sepanjang tahun 2025, PZZA mencatat pendapatan neto sebesar Rp 3,05 triliun. Angka tersebut naik dari perolehan di tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 2,79 triliun.
Baca juga: KFC Vs CFC Vs Pizza Hut, Siapa Paling Laku? |
Pizza Hut mencatat peningkatan tipis beban pokok penjualan menjadi Rp 918,52 miliar sepanjang tahun 2025. Dengan begitu, laba bruto perusahaan sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 2,13 triliun.
Hingga akhir 2025, PZZA membukukan total aset sebesar Rp 1,92 triliun. Sementara posisi liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 894,62 miliar dengan ekuitas sebesar Rp 1,03 triliun hingga akhir 2025.
Per tanggal 31 Desember 2025, perseroan mengoperasikan gerai Pizza Hut sebanyak 575. Angka tersebut turun dibanding posisi akhir 2024, yakni sebanyak 591 gerai Pizza Hut di Jakarta dan kota lain di Indonesia.
Kemudian hingga akhir Desember 2025, total karyawan perseroan tercatat sebanyak 4.192. Angka tersebut juga turun dibanding posisi akhir 2024, yakni sebesar 4.467.
Fast Food Indonesia (KFC Indonesia)
KFC Indonesia mencatatkan rugi bersih yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas sebesar Rp 366,04 miliar sepanjang tahun 2025. Angka tersebut turun dibanding periode tahun 2024, yakni sebesar Rp 796,71 miliar.
Pendapatan KFC tercatat sebesar Rp 4,88 triliun sepanjang tahun 2025, naik tipis dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 4,87 triliun. Meski begitu, KFC berhasil menekan beban pokok penjualan menjadi sebesar Rp 1,99 triliun sepanjang tahun 2025.
Kemudian laba bruto KFC tercatat sebesar Rp 2,88 triliun sepanjang 2025. Angka tersebut naik tipis dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp 2,84 triliun.
Hingga akhir 2025, total aset KFC tercatat sebesar Rp 4,94 triliun. Sedangkan posisi liabilitas hingga akhir tahun 2025 sebesar Rp 4,51 triliun dengan ekuitas sebanyak Rp 435,85 miliar.
Perusahaan juga tercatat telah menutup puluhan gerai sepanjang tahun lalu. FAST mengoperasikan 690 gerai restoran KFC hingga akhir Desember 2025, turun dibanding posisi akhir 2024 yakni sebanyak 715 gerai.
(ahi/acd)