×
Ad

OJK Buka Suara Jelang Rebalancing Saham RI di Indeks MSCI Besok

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 11 Mei 2026 14:58 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi/Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta -

Penyedia indeks saham global, MSCI atau Morgan Stanley Capital International akan menyesuaikan sejumlah saham Indonesia yang menjadi konstituen indeksnya. Hasil peninjauan indeks tersebut dijadwalkan diumumkan pada Selasa (12/5).

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi, mengatakan tidak terdapat penambahan saham baru asal Indonesia dalam peninjauan indeks MSCI kali ini. Meski demikian, ia menyebut ada kemungkinan beberapa saham Indonesia justru dikeluarkan dari indeks tersebut.

"Besok pengumumannya kita tunggu, kan mereka sudah bilang meng-freeze kan. Jadi, nggak ada yang baru yang masuk, tapi yang lama mungkin akan keluar," ungkapnya kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026).

Di sisi lain, ia menyebut akan ada konsekuensi pelemahan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun menurutnya, dampak rebalancing MCSI terhadap indeks tidak akan berkepanjangan.

"Semoga ini bisa kita antisipasi dengan baik lah, karena kan saya udah beberapa kali bilang, bahwa dengan perbaikan reformasi integritas yang kita lakukan, pasti ada dampaknya, dan kalaupun ada penyesuaian jangka pendek, kita melihat ini sebagai shorten pain lah, tapi insyaallah long term gain," imbuhnya.

Wanita yang akrab disapa Kiki ini menambahkan, reformasi transparansi yang dilakukan otoritas akan memperbaiki fundamental pasar modal. Ia optimistis pasar modal Indonesia akan tumbuh lebih baik ke depannya.

"Jadi, kalau kita mau lakukan perbaikan, itu supaya kita kan melakukan perbaikan fundamental," pungkasnya.

Sebagai informasi, MSCI beberapa waktu lalu mengumumkan untuk mempertahankan pembekuan rebalancing Mei 2026 dan mengeluarkan saham-saham RI yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dari indeksnya. Saat ini, MSCI juga masih mengkaji dampak sejumlah reformasi pasar modal terhadap aksesibilitas investasi di RI.

Selain itu, MSCI juga akan menggunakan data keterbukaan pemegang saham di atas 1% untuk menyesuaikan estimasi free float. MSCI juga tidak akan memasukkan data dari sumber dan keterbukaan baru hingga kajiannya selesai.

"Pendekatan ini dilakukan untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investabilitas, sekaligus memberi waktu untuk evaluasi lebih lanjut atas reformasi yang baru diumumkan," tulis pengumuman MSCI, dikutip Selasa (21/4/2026).




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork