×
Ad

Dolar AS Tembus Rp 17.600, Purbaya Terjun ke Pasar Obligasi Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 12:25 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih akan membantu pergerakan nilai tukar rupiah agar kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sejak minggu lalu, pihaknya sudah terjun langsung ke pasar obligasi melalui bond stabilization fund (BSF).

Sekitar pukul 09.10 WIB nilai tukar dolar AS berada di level Rp 17.658 atau menguat 61 poin (0,35%). Penguatan ini merupakan kondisi nilai tukar rupiah yang terparah terhadap dolar AS sepanjang masa.

Hari ini pihaknya akan terjun ke pasar obligasi lebih signifikan daripada minggu lalu. Targetnya pasar obligasi bisa terkendali dan memperkuat nilai tukar rupiah.

"Kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini, Minggu lalu udah masuk, tapi hanya sedikit. Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi, sehingga pasar obligasinya terkendali," beber Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

Dengan demikian, investor asing yang memegang surat utang tidak perlu menjualnya karena harganya turun. Hal ini bisa meredam gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Jadi, asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu kita akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," ujar Purbaya.

Sejak minggu lalu, pihaknya akan turun tangan membantu Bank Indonesia (BI) mengurangi tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan memanfaatkan skema intervensi di pasar obligasi mulai Rabu 13 Mei 2026.

"Kita bisa akan mulai membantu besok (Rabu) mungkin," bebernya ditemui di kantor pusat Kemenkeu, Selasa (12/5/2026) yang lalu.

Purbaya mengklaim kas pemerintah saat ini sangat berlimpah untuk membantu BI melakukan intervensi tekanan rupiah di pasar obligasi.

"Kita akan coba membantu nilai tukar, kita membantu BI lah sedikit-sedikit kalau bisa. Kita masih banyak uang nganggur, kita intervention bond market supaya yield-nya nggak naik terlalu tinggi," ucap Purbaya.

"Kalau yield-nya naik terlalu tinggi artinya apa? Asing yang pegang bond di sini kan ada capital loss, dia akan keluar. Jadi kita kendalikan itu supaya asing nggak keluar, atau masuk malah kalau yield-nya membaik sehingga rupiah akan menguat. Kita akan masuk mulai besok," tambahnya.




(hal/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork