×
Ad

Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta, Bos Baru Bursa Buka Suara

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 29 Jun 2026 14:28 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jakarta -

Pasar modal Indonesia terancam turun kasta dari Emerging Markets ke Frontier Markets pada peninjauan indeks bulan November oleh MSCI. Ancaman turun kasta ini muncul dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang diumumkan Rabu (24/6/2026).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan MSCI menunggu konsistensi dari reformasi pasar modal yang dijalankan Self-Regulatory Organization (SRO). Ia mengatakan, MSCI mengakui dan mengapresiasi inisiatif SRO dalam menjalankan reformasi tersebut.

"Kalau kita membaca pengumuman MSCI terakhir kan adalah yang ditunggu adalah konsistensi. Dari apa yang sudah dilakukan, MSCI sudah memberikan apresiasi bahwa kebijakan itu sudah in the right direction, yang ditunggu adalah konsistensi. Itu yang akan terus kita lakukan," ungkap Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (29//6/2026).

Jeffrey juga berkomitmen untuk menyediakan data secara transparan kepada publik. Selain itu, BEI juga mendorong perusahaan tercatat untuk memenuhi batas free float sebesar 15%.

"Jadi transparansi data akan secara konsisten kita sampaikan terus kepada publik. Bagaimana kita sama-sama mengawal terpenuhinya free float itu juga konsisten kita lakukan. Bagaimana kita terus melakukan screening atas saham-saham yang punya potensi, pemegang sahamnya terkonsentrasi itu juga akan konsisten kita lakukan," jelasnya.

Jeffrey juga mengaku pertemuan dengan tim teknis penyedia indeks global terus dilakukan hingga saat ini. Bahkan pertejuan tersebut tidak hanya dilakukan dengan MSCI, tetapi juga dengan FTSE Russell.

"Diskusi dengan MSCI maupun FTSE itu rutin kita lakukan," tandanya.

Sebagai informasi, MSCI membuka opsi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia karena adanya kekhawatiran investor institusional global terhadap pasar modal Indonesia. Hasil peninjauan indeks ini dijadwalkan pada November mendatang, jika tidak ada kemajuan yang memadai terkait isu transparansi.

Kekhawatiran tersebut utamanya terjadi karena struktur kepemilikan saham yang dianggap tidak transparan dan indikasi perdagangan terkoordinasi. Adapun pada pengumuman Jumat (19/6) kemarin, MSCI juga telah menurunkan nilai aksesibilitas pasar modal RI pada kriteria information flow dari positif menjadi negatif.

"Apabila kemajuan yang memadai belum terlihat pada saat Peninjauan Indeks MSCI bulan November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi mengenai penanganan yang tepat untuk pasar Indonesia, yang mungkin mencakup konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari Emerging Markets ke Frontier Markets," tulis pengumuman MSCI, Rabu (24/6).




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork