PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) berencana menggelar 16 konser menggunakan dana pencatatan perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/7/2026). Berdasarkan prospektus, RANS mengalokasikan dana IPO 37,61% atau sebesar Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser.
Dalam pencatatan ini, RANS diketahui melepas sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp 170 per saham. Melalui aksi korporasi ini, RANS berhasil merapu dana segar sebesar Rp 429,25 miliar.
Komisaris Utama (Komut) RANS, Darwin Cyril Noerhadi, mengatakan perseroan akan menggelar sejumlah konser yang memiliki profitabilitas bagi perseroan. Dalam tiga tahun ke depan, ia menyebut perusahaan akan menggelar konser 15-16 kali menggunakan dana IPO.
"Tiga tahun ke depan, dana yang akan digunakan itu adalah untuk berbagai pentas. Katakanlah kalau satu pentas itu memberikan profitability yang baik, ada bisa 15-16 pentas itu juga akan memberikan profitability yang besar," ungkap Cyril dalam konferensi persnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Konser
Ia mengatakan, RANS akan menghadirkan artis secara nasional maupun internasional dalam berbagai gelaran konser tersebut. Cyril mengatakan, konser ini akan digelar dengan skema project management event.
"Artis ini dunianya Pak Raffi Ahmad dan Ibu Nagita Slavina, jadi beliau mereka akan mengetahui siapa yang memiliki katakanlah follower dan rating yang meningkat atau stagnan dan seterusnya," jelasnya.
Ke depan, RANS juga terbuka dengan berbagai opsi untuk skema gelaran konser yang diadopsi. Ia bahkan terbuka menggelar konser yang berkelanjutan layaknya Coachella.
"Untuk ke depannya juga memang kita untuk konser-konser kita juga memilih untuk membuat konser-konser dengan bukan one time, tapi yang kita harapkan adalah membangun event yang bisa berkelanjutan," ungkapnya.
Baca juga: RANS Bantah Isu Jadi Tempat Pencucian Uang |
Dana IPO RANS
Berdasarkan prospektus, dana IPO RANS akan digunakan untuk memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang, yaitu sekitar 37,61% atau sebesar Rp 161,5 miliar untuk penyelenggaraan konser. Kemudian sebesar 19,80% atau sebesar Rp 85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
Selain itu, sebesar 18,64% atau Rp 80 miliar dislokasikan untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland. Selanjutnya 8,15% atau sebesar Rp 35 miliar dialokasikan untuk investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Kemudian 6,98% atau sebesar Rp 29,95 miliar dialokasikan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi RANS. Sisanya sekitar 8,82% atau sebesar Rp 37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Diketahui, RANS bergerak dalam ekosistem media, hiburan, kekayaan intelektual (intellectual property/IP), event, hingga bisnis pendukung. Seluruh kegiatan usaha ini dikelola secara terintegrasi melalui entitas anak dan penyertaan strategis.
RANS sendiri masuk dalam sektor consumer cyclicals dengan subsektor entertainment & movie production. Adapun model usaha RANS dikembangkan sebagai platform entertainment berbasis IP dan distribusi audiens.
(ahi/ara)