×
Ad

BTN Raup Laba Rp 2,40 Triliun, Naik 40,8%

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 16 Jul 2026 22:38 WIB
Ilustrasi.Foto: Dok. BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 2,40 triliun pada semester I-2026. Laba tersebut tumbuh 40,8% secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan kinerja positif tersebut menunjukkan transformasi BTN yang selaras dengan arah transformasi Danantara Indonesia telah berjalan sesuai target. Tidak hanya memperkuat posisi sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional, BTN juga membangun ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi guna mendukung program prioritas pemerintah termasuk program 3 juta rumah.

"Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi selama satu dekade yang secara konsisten kami lakukan. Kami optimistis hingga akhir tahun nanti, kinerja BTN tetap on track melanjutkan catatan positif di paruh pertama tahun ini," ujar Nixon dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Sampai semester I-2026, BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar Rp 418,11 triliun atau meningkat 11,2% yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di sektor kredit perumahan sebesar 4,8% yoy menjadi Rp 332,88 triliun dan lonjakan kredit non-perumahan sebesar 46,1% yoy menjadi Rp 85,22 triliun.

Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi masih menjadi mesin pendorong kredit perumahan dengan kenaikan sebesar 8,1% yoy menjadi Rp 196,96 triliun per Juni 2026. Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang disalurkan BTN tercatat mencapai Rp 4,1 triliun sejak dirilis pada akhir Oktober 2025.

Untuk peningkatan kredit non-perumahan, mayoritas didukung perluasan penetrasi pada berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pemerintahan, lembaga keuangan, hingga ritel. Perseroan menggandeng perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis beyond mortgage sekaligus meningkatkan cross selling kepada nasabah eksisting.

Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN meningkat dari Rp 484,96 triliun menjadi Rp 545,16 triliun per semester I-2026 atau tumbuh 12,4% yoy. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kapasitas perseroan dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional sekaligus memperluas bisnis pada ekosistem terkait.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN mencapai Rp 433 triliun per semester I-2026 atau tumbuh 6,6% yoy. BTN terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang hingga cost of fund berhasil dijaga pada kisaran 3,01%.

"Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis perseroan dalam jangka panjang," ujar Nixon.

Sejalan dengan penguatan struktur pendanaan, hingga semester I-2026 supperapps Bale by BTN telah digunakan lebih dari 4,3 juta pengguna. Secara transaksi, jumlah dan nominal transaksi menggunakan Bale by BTN tumbuh masing-masing sebesar 41,6% yoy dan 55,3% yoy per Juni 2026.

Seiring pertumbuhan bisnis, kualitas aset BTN juga terus membaik di semester I-2026. Non-performing loan (NPL) turun menjadi 2,99%, Loan at Risk (LAR) turun menjadi 18,6%, serta Cost of Credit (CoC) bisa ditekan menjadi 0,7%.

"Perbaikan kualitas aset tersebut mencerminkan keberhasilan BTN dalam menerapkan prinsip kehati-hatian, memperkuat manajemen risiko, serta meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan," imbuh Nixon.




(hns/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork