PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun pada semester I-2026, naik 40,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan laba tersebut turut ditopang oleh hasil tahap pertama pengalihan portofolio kredit pensiun kepada PT Bank Tabungan Negara (BTN).
Dari sisi penyaluran kredit, kredit konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp 185,3 triliun hingga akhir Juni 2026. Pertumbuhan terutama berasal dari kredit korporasi dan komersial yang naik 12,8% secara tahunan.
Sementara itu, kredit segmen digital melalui Jenius tumbuh 9,9%, pembiayaan BTPN Syariah naik 8,7%, dan pembiayaan Grup OTO meningkat 5,8%.
Di sisi pendanaan, dana murah atau current account saving account (CASA) naik 37,4% menjadi Rp 60,1 triliun. Kenaikan tersebut membuat rasio CASA meningkat menjadi 47,5% dari sebelumnya 39,8%.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan, transformasi portofolio dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat struktur bisnis sekaligus mengalokasikan modal ke segmen yang dinilai lebih potensial.
"Kami terus memperkuat fundamental bisnis agar Perseroan mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," ujar Henoch dalam keterangan tertulis.
Selain itu, total aset konsolidasi SMBC Indonesia meningkat 4,7% menjadi Rp 245,5 triliun hingga akhir Juni 2026. Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tercatat sebesar 30,7%.
(fdl/fdl)