×
Ad

Cek Rekomendasi Saham Saat IHSG Melemah

- detikFinance
Jumat, 07 Agu 2026 08:46 WIB

Mega Capital Sekuritas

PT Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora, hadir sejak 1991 dengan layanan investasi inovatif dan tenaga ahli terpercaya.
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam
Jakarta -

Market Review

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Kamis (6/8). IHSG turun 0,12% ke level 6.343,71 di tengah beragam sentimen dari dalam dan luar negeri.

Penguatan saham DSSA yang melesat 12,14%, BREN 3,30%, dan ASII 1,49% belum mampu menopang indeks. Di sisi lain, pelemahan BBCA sebesar 1,55%, TLKM 2,21%, dan MORA 4,55% menjadi salah satu faktor yang membebani laju IHSG.

Aktivitas investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) senilai Rp217,24 miliar di pasar reguler, sementara di seluruh pasar nilai jual bersih mencapai Rp273,47 miliar. Dari sisi sektoral, tujuh dari sebelas indeks sektor berakhir melemah. Sektor properti mencatat penurunan terbesar sebesar 0,70%, sedangkan sektor energi menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 1,43%.

Sentimen eksternal juga cenderung kurang mendukung setelah mayoritas indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah. Dow Jones turun 0,85% ke level 53.885, S&P 500 terkoreksi 0,18% ke level 7.709, sementara Nasdaq bergerak relatif datar dengan penurunan tipis 0,06% ke level 26.348.

Di saat yang sama, pasar turut mencermati spekulasi mengenai kemungkinan penambahan kuota produksi bijih nikel Indonesia pada semester II-2026. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap bertambahnya pasokan global yang berpotensi memengaruhi harga nikel.

Pergerakan ini sejalan dengan pelemahan ETF EIDO sebesar 0,71% dan indeks MSCI Indonesia sebesar 0,53%, sehingga saham-saham di sektor nikel menjadi perhatian pelaku pasar.

Berita Emiten

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS)

OKAS memperoleh tambahan kontrak melalui anak usahanya, Kemitraan MNK BME (KMB), dengan nilai sekitar US$60 juta dan masa berlaku hingga 2029-2030. Nilai tersebut berasal dari kontrak baru sekitar US$11 juta untuk proyek tambang di Kutai Timur, Kalimantan Timur, serta perpanjangan kontrak sekitar US$49 juta dengan salah satu kontraktor tambang batu bara di Kalimantan Selatan.

Penambahan kontrak ini hadir setelah kinerja semester I-2026 menunjukkan penjualan neto yang relatif stabil, naik 0,32% menjadi US$76,33 juta. Namun, laba periode berjalan turun menjadi US$1,06 juta dari US$5,86 juta pada periode yang sama tahun lalu seiring penurunan margin. Jika dibandingkan dengan penjualan semester I-2026, nilai kontrak tersebut setara sekitar 78,61%, meskipun realisasi pendapatannya akan berlangsung secara bertahap hingga 2030.

PT Ciputra Development Tbk (CTRA)

CTRA memulai pembangunan Senja Beach Club di kawasan Ciputra Beach Resort, Kedungu, Tabanan, Bali. Fasilitas bergaya modern tropis tersebut akan menghadirkan restoran, area makan dengan pemandangan pantai, day bed, sunken pool bar, hingga area untuk penyelenggaraan acara privat.

Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan seluas 60 hektare yang dikelola melalui entitas anak Ciputra Nirvanadwipa dengan kepemilikan 73,02% dan total aset sekitar Rp1,12 triliun. Pengembangan tersebut sejalan dengan upaya perseroan memperluas sumber pendapatan berulang setelah membukukan pendapatan sebesar Rp12,62 triliun dan laba bersih Rp2,66 triliun sepanjang FY2025.

PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ)

HAJJ menargetkan peningkatan laba pada 2026 melalui pengelolaan penuh salah satu hotel di Madinah. Strategi ini diharapkan memberikan ruang margin yang lebih baik dibandingkan model sebelumnya yang mengandalkan penyewaan sebagian blok kamar.

Pada semester I-2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp363,60 miliar atau turun 30,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba komprehensif juga turun menjadi Rp23,60 miliar.

Meski demikian, margin laba kotor meningkat menjadi 18,80% dari sebelumnya 13,37%, didukung oleh laba kotor yang tetap terjaga di kisaran Rp68,36 miliar. Di sisi neraca, rasio liabilitas terhadap ekuitas membaik menjadi 1,47 kali dibandingkan 2,00 kali pada akhir FY2025, mencerminkan perbaikan struktur permodalan perseroan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.




(ang/ang)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork