Cegah Kebocoran, Penyaluran Gas Kini Pakai Sistem Digital

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 21 Jan 2021 16:50 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sambera mendapat pasokan LNG dari PT Pertamina. Dengan masuknya LNG, PLN dapat menghemat biaya energi primer sebesar Rp 70 miliar per tahun. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng, Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Meiliana, dan SVP Engineering Operation and Technology Development PT Pertamina Tanudji hadir dalam acara penyaluran perdana LNG ke PLTG Sambera.
Foto: Istimewa/PLN
Jakarta -

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), sub holding gas dari holding PT Pertamina (Persero) menerapkan digitalisasi pada operasional pemanfaatan gas bumi. Implementasi penerapan teknologi digital ini terintegrasi ke seluruh anak usaha.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengatakan, dengan sistem ini maka pengelolaa gas bumi di sepanjang rantai bisnis gas dapat dimonitor. Dengan monitoring pengelolaan gas bumi, maka akan mempercepat pengambilan keputusan dan pengembangan di seluruh mata rantai bisnis gas bumi.

Monitoring dilakukan dalam dua sistem yaitu sistem informasi terintegrasi dan dashboard gas nasional.

"Setelah melalui proses analisa, skema share service sebagai bentuk sistem informasi penyaluran gas PGN yang terintegrasi bernama Sipgas dan dikendalikan di level gas management atau pipeline management. Share service Sipgas bertujuan untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki, efisiensi biaya operasi dan maintenance yang ada di anak perusahaan PGN," katanya, Kamis (21/1/2021)

Pada sistem skema informasi terintegrasi, PGN dan anak usaha telah melakukan inventarisasi terlebih dahulu dengan menimbang berbagai aspek mulai dari kehandalan, validitas, kesesuaian dengan SOP, efektivitas biaya dan waktu, akurasi, konsistensi, koneksi, hingga personil yang akan menggunakan tools shared service. Dari aspek-aspek yang dipertimbangkan, menghasilkan sistem-sistem operasional seperti field instruments, operation controller, telecommunication, SCADA, dan database collecting.

"Lingkup share service integrasi data Sipgas ada tiga, yaitu pre gas delivery, gas delivery, dan post gas delivery," imbuhnya.

Pre gas delivery mencakup informasi data terkait kegiatan dan konfirmasi yang dilakukan melalui tools Sipgas, contohnya perencanaan penyaluran gas. Gas delivery mencakup informasi data realtime dari titik serah dan terima kemudian dikirimkan ke dalam Sipgas secara otomatis, contohnya operasi penyaluran gas dan pengelolaan gangguan. Terakhir, post gas delivery mencakup informasi pelaporan dan validasi data yang dilakukan oleh Pertagas melalui perangkat yang tersedia dalam Sipgas.

Selanjutnya
Halaman
1 2