Produksi Batu Bara Adaro Turun 3%, Apa Penyebabnya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 16:00 WIB
Tambang batu bara
Produksi Batu Bara Adaro Turun 3%, Apa Penyebabnya?
Jakarta -

Produksi baru bara PT Adaro Energy TBK mencatat penurunan produksi batu bara selama paruh pertama tahun 2021. Produksi batu bara Adaro turun 3% dibandingkan semester I-2020.

Dilansir dari laporan operasional kuartal II, Jumat (6/8/2021), produksi batu bara Adaro di semester I-2021 turun menjadi 26,49 juta ton. Volume penjualan pun ikut turun.

"Volume penjualan batu bara pada 1H21 (semester I 2021) mencapai 25,78 juta ton, setara dengan penurunan 5% y-o-y (tahunan)," tulis laporan operasional Adaro.

Bila dilihat secara kuartalan, produksi batu bara Adaro mencapai 13,62 juta ton, atau naik 7% dibanding kuartal II 2020. Sementara itu, penjualan batu bara pada kuartal II mencapai 13,19 juta ton, naik 4% secara tahunan

"Volume curah hujan serta jumlah jam hujan yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Mei dan Juni mempengaruhi operasi penambangan," tulis laporan Adaro.

Di sisi lain, pengupasan lapisan penutup Adaro mencapai 115,22 million bank cubic meter (Mbcm) pada semester I 2021, atau naik 12% dibanding tahun lalu. Nisbah kupas AE pada 1H21 tercatat 4,35x.

Adaro juga menyatakan kondisi industri saat ini lebih kondusif. Buktinya, harga batu bara mencatat rekor tertingginya dalam sepuluh tahun terakhir.

Hal ini dapat menunjang strategi perusahaan untuk menaikkan dan mencapai panduan nisbah kupas demi memungkinkan fleksibilitas operasional jangka panjang.

"Perusahaan juga akan melanjutkan upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sepanjang rantai pasokan batu bara yang terintegrasi secara vertikal," tulis laporan Adaro.

(hal/fdl)