×
Ad

Filipina Bakal Masuk Proyek Listrik Trans Borneo Power Grid

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 11 Mei 2026 19:00 WIB
Ilustrasi.Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Filipina akan masuk proyek jaringan listrik Trans Borneo Power Grid. Kerja sama ini terjalin usai pembicaraan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Filipina.

Bahlil mengatakan Indonesia dan Malaysia sudah lebih dulu membangun jaringan kelistrikan bersama.

"Kita juga melakukan komunikasi bilateral dengan beberapa delegasi, khususnya di kawasan ASEAN menyangkut dengan power grid. Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia-Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina," ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang menjadi bagian dari rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina mendorong agar proyek jaringan listrik Trans Borneo Power Grid dapat berjalan.

Di mana fistribusi energi di Kalimantan yang ditempati 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam disebut Prabowo harus dapat berjalan lebih efisien.

Dalam upaya penguatan jaringan kelistrikan itu, Prabowo bilang perlu adanya dukungan pembiayaan, keahlian teknis, serta kemitraan yang lebih erat dengan para negara yang menjadi mitra pembangunan regional.

"Semua ini tidak akan terjadi tanpa dukungan yang tepat. Kita perlu mengamankan pendanaan, memobilisasi keahlian teknis; dan memperdalam kemitraan dengan penasihat regional dan Mitra Pembangunan kita," kata Prabowo dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya juga mengembangkan energi baru terbarukan. Pasalnya kawasan tersebut memiliki potensi besar, mulai dari tenaga air, tenaga surya, tenaga angin, hingga lahan subur yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Prabowo pun mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota untuk memanfaatkan potensi tersebut demi memenuhi kebutuhan kawasan sekaligus mendukung transisi energi ASEAN.

"Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN," kata Prabowo.




(hrp/hns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork