Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green 95 yang naik pada 9 Juni 2026 akan turun. Hal itu diyakini akan terjadi seiring kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berpotensi membuat turunnya harga minyak dunia.
"Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun sehingga pondasi pertumbuhan ekonomi kita akan semakin kuat," kata Purbaya dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Senin (22/6/2026).
Purbaya mengakui kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu tekanan ekonomi Indonesia selama ini. Oleh karena itu sebagian harga BBM non subsidi terpaksa dinaikkan untuk memitigasi dampak global.
"Jadi memang ketika ketidakpastian meningkat seperti kemarin, harga minyak dunia tinggi sekali, kita dalam ujian yang berat," ucap Purbaya.
Dengan prospek membaiknya kondisi perang AS-Iran dan harga minyak yang lebih rendah, Purbaya memandang kondisi pada kuartal II-2026 akan lebih baik. Ia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan bisa lebih optimal.
"Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki pondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal," imbuh Purbaya.
"Jadi keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya kita masih bisa bertahan dan alhamdulillah sampai sekarang masih bisa tumbuh baik kan," tambahnya.
(acd/acd)