×
Ad

Stasiun Induk CNG Mau Dibangun di Tanjung Enim

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 05 Jul 2026 10:38 WIB
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) bakal diperluas di Indonesia. Pemerintah pun mulai menyiapkan infrastruktur pendukung CNG, salah satunya adalah stasiun atau mother station sebagai pusat pengolahan dan distribusi gas alam tersebut.

Salah satu fasilitas stasiun induk CNG bakal dibangun di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Fasilitas tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diawasi langsung oleh Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman baru saja melakukan kunjungan langsung ke stasiun induk CNG di Tanjung Enim. Menurutnya masih terdapat sejumlah aspek administrasi yang perlu diselesaikan, dari proyek strategis tersebut, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

"Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan," ujar Dudung dalam keterangannya, dikutip Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, penyelesaian administrasi akan tetap berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun kementerian terkait. Namun demikian, proses administrasi dan pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan secara paralel agar target penyelesaian proyek pada tahun ini dapat tercapai.

"Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan," tegas Dudung.

Sumatera Selatan sendiri dipilih sebagai lokasi pembangunan karena memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah, baik gas bumi maupun batu bara, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan sektor energi nasional.

Dudung menambahkan, pembangunan Mother Station CNG di Tanjung Enim diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan ketahanan energi nasional.

"Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional," jelas Dudung.

Sementara itu, Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menyampaikan apresiasi atas dukungan Kepala Staf Kepresidenan dan jajaran dalam pengawalan optimalisasi gas domestik, khususnya pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa.

"Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi pada perekonomian daerah," kata Arief.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork