×
Ad

Agrinas & Pertamina Garap Bahan Bakar Berbasis Singkong

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 29 Jul 2026 16:17 WIB
Agrinas & Pertamina Garap Biofuel/Foto: Dok. Agrinas Palma
Jakarta -

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) atau APN dan PT Pertamina Power Indonesia memperkuat kerja sama pengembangan biofuel nasional melalui proyek bioetanol dan biodiesel untuk mendukung program ketahanan pangan dan energi pemerintah. Langkah ini dianggap tidak hanya mendorong kemandirian energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian.

"Kolaborasi dengan PT Pertamina Power Indonesia diharapkan mampu mengoptimalkan potensi kedua perusahaan sehingga terbentuk ekosistem biofuel yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ujar Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Pengembangan biofuel ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2026 yang menugaskan APN mendukung percepatan swasembada pangan dan energi lewat sektor pertanian beserta hilirisasinya. APN dan pertamina juga telah menggelar pertemuan untuk membahas mandat tersebut.

Dalam pertemuan itu, APN dan Pertamina berencana melakukan pembangunan ekosistem biofuel, mencakup pengembangan kawasan budi daya singkong untuk bahan baku bioetanol dan melakukan reaktivasi fasilitas biodiesel PT Bayas Biofuels.

Pertamina Power Indonesia juga berkomitmen menyusun studi kelayakan, pembagian peran, dan pengembangan model bisnis untuk implementasi proyek. Salah satu proyek yang direncanakan adalah pengembangan kawasan budi daya singkong di Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kawasan tersebut memiliki luas sekitar 33.000 hektare (ha) yang diproyeksikan memasok kebutuhan pabrik bioetanol berkapasitas hingga 300 kiloliter per hari (KLPD). Kawasan tersebut juga didukung infrastruktur logistik yang memiliki dengan sekitar 6,5 kilometer (km) dari jetty dan memiliki akses sungai yang mampu melayani operasional tongkang hingga 5.000 ton.

Di sisi lain, lahan tersebut juga didominasi oleh daratan yang memungkinkan penerapan sistem budi daya singkong secara modern dan mekanisasi. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya operasional, mengatasi keterbatasan tenaga kerja, dan menciptakan rantai pasok bioetanol yang berdaya saing.

"Agrinas Palma Nusantara memiliki mandat untuk mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Melalui kolaborasi ini, kami berharap proses penyusunan studi kelayakan hingga implementasi proyek dapat berjalan lebih cepat sehingga mampu memperkuat pasokan energi terbarukan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian nasional," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia, John Anis, menilai sinergi ini adalah langkah strategis dalam membangun ekosistem biofuel nasional. Pihaknya mengaku siap menindaklanjuti hasil pembahasan pengembangan biofuel bersama APN.

"PT Pertamina Power Indonesia siap menindaklanjuti pembahasan bersama Agrinas Palma Nusantara melalui penyusunan studi kelayakan dan skema kerja sama yang memberikan nilai tambah bagi kedua perusahaan sekaligus mendukung program strategis pemerintah," ujar John Anis.




(ahi/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork