Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan mulai membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 30 gigawatt (GW) pada 2026.
Pembangunan ini merupakan tahap pertama dari pembangunan PLTS 100 gigawatt (GW) yang diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Bahlil mengatakan proses tender untuk pembangunan PLTS 30 GW akan segera dimulai.
"Tahun ini, kita akan sudah mulai di tahun 2026, kita akan mulai masuk tahap pertama dengan pembangunan 30 gigawatt. Ini dengan Pak Darmawan mana tadi, Pak Dirut PLN ya, kita sudah bahas. Tendernya kita akan mulai lakukan sekarang," ujar Bahlil dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Bahlil mengatakan pembangunan PLTS penting untuk segera dilakukan karena menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat bauran energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak.
Bahlil menjelaskan kebutuhan minyak mentah Indonesia saat ini masih jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam negeri.
"Lifting kita sampai dengan sekarang tidak lebih dari 600-610 ribu barrel. Konsumsi kita itu 1,5-1,6 juta barrel. B50 itu mampu mengkonversi kurang lebih sekitar 300 ribu sampai 390 ribu barrel. Rata-rata kita masih membutuhkan impor kurang lebih sekitar 700 ribu barrel per tahun," ujarnya.
Sebelumnya, Bahlil menyampaikan pembangunan PLTS tahap pertama ini akan dimulai di Bali. Bahlil bilang, peresmian pembangunan proyek PLTS 100 GW tahap pertama tersebut masih menunggu jadwal Presiden Prabowo Subianto.
"Nanti saya lagi usahakan meminta jadwal Bapak Presiden untuk kita peresmian tahap pertama terhadap PLTS 100 gigawatt tahap pertama. Mungkin kita akan buat di Bali," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa (4/8/2026).
Bahlil menyampaikan program PLTS 100 GW telah masuk ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034. Dengan begitu, ia meyakini proyek ini akan berjalan dengan lancar karena perencanaannya dilakukan secara matang.
"Kan kita buat masterplan dengan perencanaan," ujarnya.
Tonton juga video "Bahaya Tersembunyi di Balik Energi Surya Eropa"
(hrp/fdl)