Simak! 5 Tips Sebelum Pilih Platform Exchange Bitcoin di Indonesia

Erika Dyah - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 21:47 WIB
Ilustrasi Trading
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Ingin mulai berinvestasi kripto? Ada sejumlah hal yang perlu dicatat untuk bisa mendapatkan Bitcoin maupun aset kripto lainnya. Salah satunya cara untuk memiliki akun pada platform crypto exchange.

Sebagaimana diketahui, crypto exchange merupakan semacam marketplace digital yang bisa digunakan untuk melakukan jual-beli aset kripto. Baik itu menukar rupiah atau mata uang konvensional milik Anda dengan aset kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan sebagainya.

Anda juga bisa juga melakukan transaksi dengan sesama aset kripto misalnya, Bitcoin dengan Ethereum, Ripple dengan Bitcoin, atau sebagainya. Sebelum membuat akun di platform crypto exchange, tentunya Anda perlu memilih platform mana yang sesuai dengan Anda.

Ada banyak sekali platform crypto exchange tersedia di internet yang terkadang bisa membuat bingung para pemula. Untuk itu, berikut sejumlah tips bagi Anda para pemula yang ingin memilih platform crypto exchange agar sesuai dengan kebutuhan.

1. Pertimbangkan Izin Operasi atau Legalitas

Hal yang paling penting untuk dipertimbangkan sebelum memilih akun platform crypto exchange adalah mempertimbangkan izin operasi dari platform tersebut. Saat ini, perdagangan aset kripto di Indonesia diawasi dan diatur oleh BAPPEBTI yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan.

Untuk bisa beroperasi di Indonesia, semua penyedia layanan jual-beli aset kripto harus mendaftarkan diri dalam kategori 'Pedagang Fisik Aset Kripto'. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan platform yang dipilih sudah terdaftar di BAPPEBTI agar terjamin legalitasnya. Sejauh ini, ada 13 perusahaan pedagang aset kripto atau crypto exchange yang sudah terdaftar pada BAPPEBTI. Anda bisa melihat daftarnya di sini.

2. Cek Tingkat Keamanan

Anda bisa pilih platform crypto exchange yang dibutuhkan dengan pertimbangan keamanan. Caranya, bisa dengan mengecek terlebih dahulu tingkat keamanan yang digunakan ketika Anda akan masuk ke aplikasi.

Misalnya, sebuah platform tentu akan lebih aman jika menggunakan two-factor authentication atau otentikasi 2-faktor. Artinya, selain memasukkan email dan password, saat login Anda juga perlu memverifikasi ulang identitas lewat beberapa cara, seperti memasukkan kode yang dikirim via SMS.

Anda juga bisa memilih platform jual-beli kripto yang sudah memiliki pengguna dalam jumlah besar dan sudah berpengalaman cukup lama di dunia kripto. Dengan begitu, Anda bisa lebih terbantu untuk melakukan riset dari pengalaman pengguna lainnya dan tak perlu lagi khawatir soal keamanan dari platform tersebut.

3. Aset Kripto yang Ditawarkan

Ada ribuan jenis aset kripto yang tersedia, namun tak semua aset kripto ini ada di setiap platform exchange. Sejumlah uang kripto yang memiliki reputasi tinggi, seperti Bitcoin atau Ethereum memang bisa Anda temukan hampir di setiap platform.

Akan tetapi jika Anda ingin bereksperimen dengan altcoin lain yang memiliki market cap lebih kecil, mungkin Anda perlu lebih teliti lagi dalam mencari platform yang sesuai.

Keterbatasan jumlah koin biasanya menjadi salah satu cara platform exchange untuk menjaga keamanan dalam transaksi. Contohnya Luno yang hanya menawarkan 6 aset kripto di platform exchange tersebut. Hal ini merupakan upaya Luno agar dapat bertahan dari pembobolan keamanan, serangan 51%, double spending, gangguan teknis, dan riisko lainnya yang mungkin disebabkan oleh aset kripto yang belum terpercaya.

Klik halaman selanjutnya.