×
Ad

Mulai Dilirik Investor, Tokenisasi Aset Diprediksi Tembus US$ 5 T

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2026 15:27 WIB
Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Tren Real World Assets (RWA) atau tokenisasi semakin mendapat perhatian dalam industri aset kripto global. Hal ini seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi blockchain oleh institusi keuangan.

Laporan Citi Institute dalam judul Tokenization 2030, memperkirakan nilai aset dunia yang ditokenisasi dapat mencapai US$ 5,5 triliun pada 2030 dengan valuasi pasar saat ini sekitar US $17 miliar.

Chief Marketing Indodax Aloysia Dian mengatakan perkembangan tokenisasi aset merupakan salah satu inovasi yang paling menarik dalam industri blockchain karena mampu menjembatani aset keuangan tradisional dengan teknologi digital sehingga lebih mudah diakses.

"Tokenisasi aset membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai aset global melalui infrastruktur blockchain. Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan jenis aset baru, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas di sektor keuangan," ujar Aloysia dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, tokenisasi memungkinkan berbagai aset, seperti saham, obligasi, komoditas, hingga aset alternatif, direpresentasikan dalam bentuk token digital sehingga dapat diperdagangkan secara lebih efisien dengan dukungan teknologi blockchain.

Saat ini, pihaknya menyediakan lebih dari 20 aset bertema Real World Assets (RWA), termasuk tujuh tokenized stocks yang merepresentasikan pergerakan harga saham perusahaan global seperti Apple, Amazon, Alphabet (Google), NVIDIA, Tesla, Circle, dan Coinbase.

Menurutnya, kehadiran produk-produk tersebut memperluas pilihan diversifikasi di market serta membuka akses bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap sektor ekonomi global. Seiring meningkatnya perhatian global terhadap tokenisasi aset, tren tersebut juga mulai tercermin di Indodax.

Aloysia menilai selain dengan beragamnya pilihan aset nyata yang ditokenisasi, kategori ini juga menunjukkan pertumbuhan aktivitas perdagangan dan jumlah investor sepanjang tahun. Sehingga, hal tersebut mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi digital berbasis aset dunia nyata.

Ia menambahkan perkembangan tersebut menunjukkan bahwa blockchain kini tidak lagi hanya identik dengan aset kripto, tetapi mulai menjadi infrastruktur yang mendukung digitalisasi berbagai instrumen keuangan.

"Kami melihat tokenisasi aset sebagai salah satu bentuk evolusi industri blockchain. Semakin luas pemanfaatan teknologi ini, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan. Yang terpenting, seluruh inovasi tersebut tetap perlu didukung oleh regulasi yang jelas, tata kelola yang baik, serta edukasi yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," jelasnya.

Momentum berkembangnya tokenisasi aset juga sejalan dengan arah pengembangan ekosistem aset digital di Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026-2031, turut menempatkan pengembangan tokenisasi aset, regulasi stablecoin, transaksi Over-The-Counter (OTC), hingga penguatan keamanan siber, sebagai sejumlah inisiatif strategis untuk mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem keuangan digital nasional.

Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, pihaknya menyambut positif hal tersebut. Ia berkomitmen akan terus menghadirkan inovasi yang sejalan dengan perkembangan industri global, sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk selalu Do Your Own Research (DYOR) agar memahami karakteristik setiap instrumen investasi sebelum bertransaksi.

Simak juga Video 'Apa Benar Investor Patriot Bond Danantara Kebal Tuntutan Hukum?':




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork