Foto Bisnis

Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 23 Okt 2020 10:57 WIB

Bandung - Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.

Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Gendang atau Kendhang merupakan salah satu alat bunyi-bunyian berupa kayu bulat panjang. Di dalamnya terdapat rongga dan salah satu lubangnya atau keduanya diberi kulit.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Produksi alat musik satu ini juga turut terkena dampak pandemi COVID-19.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Danang (32) salah satu perajin gendang Sunda Creative mengatakan, selama pandemi kunjungan pembeli ke tokonya berkurang.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Selain pendatang yang berkurang, pandemi juga berimbas pada waktu pengiriman alat musik yang dipesan dari luar pulau.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Kini perajin gendang tersebut menggunakan beberapa marketplace dan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk memasarkan produknya.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Menurutnya, hal tersebut cukup membantu untuk biaya produksi dan memberi upah kepada lima karyawannya.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Selain Gendang, Danang juga menjual beberapa alat musik tradisional lain seperti gamelan berupa Bonang (17 penclon), Saron (17 wilah), Panerus (17 wilah), Jenglong (7 penclon), Goong 1 set, Kecapi, Kendang 1 set, Suling 1 set hingga pemukul gamelan 1 set.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Harga yang ditawarkan juga bervariasi, dari mulai Rp 2,5 juta - Rp 3 juta untuk satu set Gendang berbahan dasar kayu nangka. Sementara yang berbahan kayu mangga lebih murah sekitar Rp 1,5 juta.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Sementara satu set gamelan berkisar antara Rp 15 juta sampai Rp 20 juta tergantung pada jenis bahan yang digunakan, baik dari besi, kuningan, atau perunggu.
Penjualan gendang ikut terdampak pandemi COVID-19. Seperti yang dialami perajin gendang Sunda Creative, Danang (32). Mereka mereka mencoba terus bertahan.
Tempat ini juga menjual angklung.
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi
Melihat Produksi Gendang yang Bertahan di Tengah Pandemi