Pabrik Sepatu Tumbang Dihantam Corona, Pemerintah Lakukan Apa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 06:30 WIB
Poster
Ilustrasi bisnis di tengah Corona/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Produsen sepatu di Indonesia tengah berjuang untuk bertahan di tengah hantaman Corona (COVID-19). Menurut Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) sekitar 18% produsen sepatu menghentikan atau setop produksi lantaran terdampak Corona.

Menurut data Aprisindo anggotanya sebanyak 120 produsen, ini berarti sekitar 21 produsen yang tutup pabrik. Direktur Eksekutif Aprisindo, Firman Bakri mengatakan keputusan menghentikan produksi dilakukan usai lima bulan terdampak Corona.

Selama pandemi permintaan sepatu menurun, dan Pabrik sepatu yang setop produksi ini kebanyakan berorientasi ekspor dan domestik.

"Ada yang betul-betul setop produksi sekitar 18%. Mereka sangat kesulitan akhirnya nggak kuat juga," kata Firman seperti yang dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (21/8/2020).

Penghentian produksi juga berdampak pada puluhan ribu pegawai. Menurut Firman, tingkat utilitas atau tingkat pemanfaatan kapasitas produksi saat ini di bawah batas normal.

Di tengah kesulitan itu, Firman menegaskan pelaku usaha butuh bantuan untuk lebih cepat pemulihan. Namun justru muncul sejumlah regulasi yang memberatkan.

Regulasi itu di antaranya adalah Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Metode Pengujian, Tata Cara Pendaftaran, Pengawasan, Penghentian Kegiatan Perdagangan dan Penarikan Barang Terkait dengan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L).

Bagaimana respons pemerintah? Langsung klik halaman selanjutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Fashion Lokal Jelajah Dunia Luar"
[Gambas:Video 20detik]