Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 29 Sep 2019 15:23 WIB

Bendungan Ladongi Sulteng Bakal Beroperasi di 2020

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Foto: dok hutama karya Foto: dok hutama karya
Jakarta - Pembangunan Bendungan Landongi terus dikebut untuk capai target operasi di 2020 mendatang. Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) ini digarap oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dan PT Bumi Karsa.

Saat ini, proses konstruksi diketahui telah mencapai 76%. Hingga kini, pengerjaan mega proyek yang menelan dana Rp 844 Miliar ini telah memasuki tahap pengaliran sungai. Hal ini ditandai dengan dilangsungkannya kegiatan pengelakan sungai (River Divertion) di Bendungan Ladongi, Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi; Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi; Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah; dan Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih; dan dari Hutama Karya, General Manager (GM) Departemen Konstruksi (Depkon) II, Andung Damar Sasongko.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi memuji progress signifikan serta kelancaran pembangunan proyek KSO Hutama Karya dan Bumi Karsa ini.

"Kami mengapresiasi kinerja Hutama Karya dan Bumi Karsa dalam pembangunan proyek ini. Kami berharap, proyek ini dapat segera selesai on time karena dapat berdampak pada peningkatan potensi agrobisnis di wilayah Kolaka Timur dimana secara geografis wilayah ini memiliki potensi yang baik untuk hal tersebut. Muaranya adalah tentu untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Ali dalam keterangan tertulis, Minggu (29/9/2019).

Setelah tuntas nanti, lanjutnya, bendungan setinggi 66 meter ini akan memberikan banyak dampak dan manfaat.

GM Depkon II Hutama Karya, Andung Damar Sasongko menyatakan bahwa selain dapat menahan aliran Sungai Ladongi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, bendungan ini juga dapat menampung air dengan kapasitas hingga 45 juta meter kubik daya tampung.

"Dengan dilakukan pengelakan, maka air sungai dapat mengalir melalui saluran pengelak sehingga tubuh bendung dapat dimulai dan dikerjakan konstruksinya. Dengan begitu proyek dengan kebutuhan lahan 236 hektar dapat terus dikebut pengerjaannya," ujar Andang.

Nantinya, imbuhnya, tempat tersebut dapat mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektare secara berkelanjutan sehingga diharapkan produktivitas lahan pertanian meningkat. Manfaatnya, daerah dengan mayoritas petani tersebut bisa mendapat keuntungan lebih besar dalam satu tahun.

Saat ini, sawah-sawah disekitar Bedungan Ladongi dapat memproduksi 22.120 ton padi per tahun. Dengan telah terbangunnya Bendungan Ladongi nanti, maka ditargetkan air yang dialirkan dapat membantu peningkatan produksi padi menjadi 54.060 ton per tahun.


"Selain dapat dinikmati petani, Bendungan Ladongi juga akan menjadi sumber air baku sebesar 0,12 m3 per detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW serta mereduksi banjir sebesar 132,25 m3 per detik. Selain itu, Kawasan Bendungan Ladongi juga diperkirakan dapat membuka potensi sektor wisata baru di daerah Sulawesi Tenggara khususnya Kolaka Timur," tuturnya.

Kegiatan River Divertion ini ditutup dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Sultra, Dirjen SDA Kementerian PUPR, Hari Suprayogi , Bupati Kolaka Timur, Kepala Balai Wilayah Sungai IV Kendari, serta GM Depkon II Hutama Karya.

Simak Video "Bendung Lekopancing Kering, Warga Maros Terancam Krisis Air"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com