Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Jan 2020 14:41 WIB

Soal Terowongan Antibanjir, Basuki: Hanya Wacana

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Andhika/detikcom
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa Proyek Multi Purpose Deep Tunnel (MPDT) atau terowongan raksasa penangkal banjir di Jakarta sebatas wacana. Proyek yang digagas sejak tahun 2007 itu tak lagi dilanjutkan pemerintah.

"Dulu waktu itu wacana. Deep tunnel nggak ada. Hanya sekadar wacana waktu itu. Nggak ada dibahas sekarang," kata Basuki usai menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian di AKN IV, di Gedung BPK RI, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Menurut Basuki, proyek yang digagas pemerintah dahulu kala itu memang mencontoh smart tunnel di Malaysia. Namun, deep tunnel itu dinilai sulit untuk dioperasikan, sehingga tak dilanjutkan ke proses konstruksi.

"Itu baru wacana semua. Dulu kan itu ide dari Malaysia, smart tunnel itu. Tapi yang paling susah operasinya. Jadi nggak ada (konstruksi)," terang Basuki.

Basuki menuturkan, tak ditemukannya kesepakatan teknis menjadi salah satu penyebab mengapa pemerintah tak jadi melanjutkan proyek terowongan multi fungsi tersebut.

"Satu memang teknisnya belum sepakat, belum kita temukan secara teknis, antara mana dengan mana. Bentuknya dengan apa. Yang satu dengan dua tunnel, yang satu di atas dan bawah, jadi masih belum disepakati satu," imbuh dia.


Soal Terowongan Antibanjir, Basuki: Hanya Wacana

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com