Perjalanan Proyek Tol Yogya-Bawen yang Bikin Warga Sleman Mendadak Tajir

ADVERTISEMENT

Perjalanan Proyek Tol Yogya-Bawen yang Bikin Warga Sleman Mendadak Tajir

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 14:52 WIB
Proses pemasangan patok jalan tol Yogyakarta-Bawen
Proses pemasangan patok jalan tol Yogyakarta-Bawen/Foto: Dok. Humas Pemkab Sleman

Kemudian, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pun menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan hasil kajian Tol Bawen-Yogyakarta.

Ketua Tim KPPIP Wahyu Utomo saat itu berkesempatan bertemu langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam pertemuannya, Wahyu mengungkapkan bahwa orang nomor satu di Yogyakarta setuju terhadap pembangunan jalan tol yang rencananya dibangun melayang.

"Dengan Pak Sultan setuju dibangun Tol Yogya-Bawen, itu prinsipnya. Gunakan jalur mana, kita ikuti pandangan dari Pak Sultan, yaitu Yogya melalui jalur saluran Mataram dan pandangan beliau diminta elevated (malayang) dan kita sudah ikuti itu," ujar Wahyu, 20 Desember 2017.

Pada Juli 2019, sebanyak 7 ruas tol dilelang, salah satunya Tol Yogyakarta-Bawen. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, tol yang dilelang diprioritaskan terkoneksi dengan kawasan ekonomi khusus, kawasan pariwisata, dan kawasan industri.

"Telah dipesankan oleh pak presiden (Joko Widodo) dan pak Menteri (PUPR) bahwa jalan tol tersebut harus terkoneksi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan pariwisata, serta memberi peluang ke usaha kecil menengah, dan usaha rakyat," katanya.

Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,82 km pun akan dilakukan pada pertengahan tahun 2021. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT), perjanjian penjaminan, dan perjanjian regres terkait pengerjaan proyek tol tersebut.

"Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan mulai konstruksi di tahun 2021 bulan Agustus setelah tanah bebas, mudah-mudahan ini bisa lebih cepat diharapkan selesai dan dapat dioperasikan di kuartal III-2023," ujar Danang Parikesit membuka prosesi penandatanganan perjanjian kerja sama proyek tersebut, 13 November 2020.

Proyek ini akan dikerjakan oleh 5 BUMN sekaligus meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan porsi saham 60%, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Waskita Karya (Persero) Tbk 12,5%, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk 12,5%, dan PT Brantas Abipraya (Persero) 2,5%.

Untuk masa pengusahaan jalan tol ditetapkan selama 40 tahun dimulai sejak penerbitan surat perintah kerja. Proyek ini menelan investasi Rp 14,2 triliun.

"Dengan nilai investasi sebesar Rp 14,2 triliun dan diperkirakan internal rate of return itu sebesar 12,48%," imbuhnya.

Pada perjalanannya, pembangunan proyek ini diperkirakan molor. PGS Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen Oemi Vierta Moerdika menjelaskan, Tol Yogyakarta-Bawen direncanakan konstruksi awal tahun 2022. Pelaksanaan konstruksi ini sedikit mundur dari target yang dijadwalkan yakni Agustus 2021.

Dia menerangkan, dalam pembangunan tol diawali dengan pembebasan lahan yang menjadi tugas pemerintah. Pembebasan tol baru dapat dilakukan setelah izin penetapan lokasi keluar. Setelah itu, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bisa melakukan konstruksi yang diawali dengan proses land clearing.

"Sesuai rencana awal yang tertuang dalam PPJT, rencana konstruksi dijadwalkan Agustus 2021, namun akibat ada beberapa perubahan kebijakan pemerintah terkait pembebasan lahan, penyesuaian terhadap aturan baru serta kondisi pandemi yang menyebabkan target konstruksi bergeser ke awal tahun 2022," katanya kepada detikcom lewat keterangan tertulis.


(acd/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT