ADVERTISEMENT

Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Bendungan Keureuto di Aceh Utara

Sukma Nur FN - detikFinance
Jumat, 08 Jul 2022 16:09 WIB
Bendungan Keureuto
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) tengah mengebut menyelesaikan pembangunan Bendungan Keureuto di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Bendungan Keureuto ini dinilai jadi solusi banjir di Aceh Utara.

"Kami optimis Bendungan Keureuto dapat selesai tepat waktu. Memiliki fungsi utama untuk menampung air dari Sungai Krueng Keureuto, nantinya bendungan ini dapat menjadi solusi banjir di Aceh Utara," ujar Sekretaris PT Brantas Abipraya Miftakhul Anas dalam keterangan tertulis, Jumat (8/7/2022).

Bendungan Keureuto merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berkapasitas menampung 215,94 juta per meter kubik dan memiliki tampungan khusus banjir sekitar 30,39 juta meter kubik. Kapasitas ini dinilai mampu mengurangi debit banjir dengan periode ulang 50 tahun di Kawasan Aceh Utara.

Selain untuk mengendalikan banjir, Bendungan Keureuto nantinya akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi yang mengairi lahan seluas 9.420 hektar. Dipastikan, kebutuhan air untuk masyarakat di sekitar Bendungan Keureuto akan terpenuhi dengan kapasitas 0,5 meter kubik per detik.

Selain untuk menanggulangi banjir, bendungan yang didapuk sebagai bendungan terbesar di Sumatera ini kedepannya akan dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 6,34 MW.

Bendungan Keureuto adalah salah satu proyek bendungan guna mengatasi krisis iklim yang sedang dibangun oleh Brantas Abipraya. Selain Bendungan Keureuto, Brantas Abipraya juga sedang mengerjakan beberapa proyek bendungan lainnya yang termasuk dalam PSN, lokasinya pun tersebar di tanah air.

Diantaranya Bendungan Sepaku Semoi yang merupakan bendungan penopang air baku dan ketahanan pangan di IKN, Kalimantan Timur, bendungan tertinggi di Indonesia yaitu Bendungan Bener yang terletak di Purworejo-Jawa Tengah, Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur yang bakal menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara, serta Bendungan Ciawi di Jawa Barat yang merupakan bendungan kering pertama di Indonesia.

Guna mengatasi krisis iklim yang sedang terjadi, Brantas Abipraya tidak hanya menbangun bendungan-bendungan dengan infrastruktur yang unggul, melalui anak usahanya Brantas Energi, Brantas Abipraya turut mendukung pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia melalui pembangunan dan pengoperasian beberapa Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

"Pembangunan bendungan dan pembangkit listrik menjadi sangat penting, inipun merupakan komitmen Brantas Abipraya selalu hadir untuk Indonesia dalam mempersiapkan infrastruktur guna mendukung Pemerintah dalam mengatasi tantangan perubahan iklim global. Melalui bendungan kita dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memudahkan masyarakat sekitar dalam memperoleh air bersih yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, serta meningkatkan perekonomian masyarakat," tutup Anas.

(ega/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT