Follow detikFinance
Rabu, 10 Okt 2018 12:19 WIB

BI Beberkan Langkah Sikapi Kenaikan Suku Bunga AS

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Bank Indonesia Foto: Dok. Bank Indonesia
Nusa Dua - Amerika Serikat (AS) saat ini sedang melakukan normalisasi kebijakan ekonomi. Ini turut mempengaruhi perekonomian global khususnya negara berkembang atau emerging market.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam rangkaian acara pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali, menjelaskan saat ini Indonesia juga terdampak dengan normalisasi kebijakan ekonomi negara maju. Dia menjelaskan saat ini Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik dalam menyikapi kebijakan bank sentral AS dan kondisi ekonomi global.

Misalnya, Indonesia masih memiliki tingkat inflasi yang baik, serta stabilitas sistem keuangan yang terjaga. "Ada skenario kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia adalah memastikan daya saing pasar keuangan Indonesia agar tetap menarik, dan agar defisit transaksi berjalan tetap terjaga," kata Perry dalam acara Central Banking Forum 2018 di Hotel Conrad, Benoa, Bali, Rabu (10/10/2018).


Dia menyebutkan BI juga selalu hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pendalaman pasar keuangan juga terus dipercepat, agar pasar keuangan Indonesia semakin prospektif. Dalam usaha-usaha menjaga ekonomi Indonesia, BI tidak sendiri. Seluruh usaha tersebut dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait, baik pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maupun lembaga lainnya.

Selanjutnya, Perry juga menyatakan bahwa komunitas internasional dapat saling membantu. Komunikasi yang baik dan jelas, termasuk dari AS, merupakan salah satu faktor kunci mengurangi ketidakpastian.

"Negara-negara ekonomi maju juga perlu senantiasa memahami dampak yang mungkin ditimbulkan kebijakannya bagi ekonomi global," imbuh dia.

Presiden The Fed, John Williams, dalam pidatonya menyampaikan bahwa ekonomi AS saat ini berada dalam keadaan sangat positif. Hal tersebut diindikasikan dari tingkat pengangguran dan inflasi yang rendah, prospek pertumbuhan yang baik dan diperkirakan masih akan berlanjut.


Dengan keadaan ekonomi yang baik tersebut, otoritas AS pun melakukan normalisasi kebijakan, dengan menaikkan suku bunga bank sentral dan normalisasi neraca (balance sheet). "Meskipun demikian, disadari bahwa dengan saling terhubungnya ekonomi dunia, kebijakan AS dapat berpengaruh pada ekonomi global, dan pada gilirannya dapat kembali mempengaruhi ekonomi AS," ujar Williams.

Dia menambahkan dua hal penting yang ditekankan adalah bahwa normalisasi AS akan dilakukan secara bertahap, serta bahwa AS akan terus melakukan komunikasi transparan. Kedua hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak global spillover.




Tonton juga 'Kenaikan Suku Bunga The Fed Sudah Diantisipasi Pemerintah':

[Gambas:Video 20detik]

(kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed