Klaim Asuransi Jiwa Terkait COVID-19 Tembus Rp 216 Miliar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2020 16:30 WIB
Ilustrasi Asuransi Online
Ilustrasi/Foto: shutterstock
Jakarta -

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut telah membayarkan klaim terkait COVID-19 sebesar Rp 216 miliar hingga semester I 2020.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan angka ini diklaim oleh 1.642 polis.

"Sebanyak 1.578 diantaranya merupakan klaim produk asuransi kesehatan dengan nilai Rp 200,6 miliar atau 92,9% dari total klaim," kata dia dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/9/2020).

Dia mengungkapkan sisanya adalah asuransi jiwa kredit. Yakni pemegang polis yang masih memiliki kredit meninggal akibat COVID-19 kemudian diklaim.

Budi menyebutkan klaim ini diharapkan meringankan beban nasabah yang tersebar di Indonesia, Singapura hingga Amerika Serikat (AS).

"Kami mengimbau kepada seluruh nasabah untuk tetap menjaga polis perlindungan jiwa dan kesehatannya tetap aktif ditengah pandemi dan tidak melakukan surrender/pemutusan kontrak asuransi, agar tetap dapat memiliki proteksi asuransi jiwa," ujar Budi.

Menghadapi kondisi pandemi dan sebagai langkah untuk semakin mendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia, AAJI senantiasa berkoordinasi dengan regulator terkait, termasuk OJK untuk mengambil langkah-langkah strategis bagi industri.

Misalnya mendukung penerapan regulasi yang mendorong inovasi dan digitalisasi dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, baik dalam hal pemasaran produk asuransi dan pemberian layanan kepada nasabah, termasuk penguatan pengaturan mengenai pemasaran Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) atau UnitLink melalui tatap muka langsung secara digital yang saat ini sudah diperkenankan dalam rangka menyikapi dampak penyebaran COVID 19.

Kemudian mendukung percepatan pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) untuk kepastian perlindungan bagi nasabah dan mendorong inklusi dan literasi keuangan melalui berbagai media digital.

Selain itu AAJI juga terus berupaya mendorong percepatan pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) Asuransi yang merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) 40/2014 tentang Perasuransian. Pembentukan LPPP pun diyakini akan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi jiwa.

"Kami juga mengimbau kepada seluruh anggota untuk terus menjalankan program inklusi dan literasi keuangan, agar masyarakat mendapatkan manfaat dari beragam produk asuransi jiwa untuk perlindungan dan perencanaan keuangan bagi ketahanan keluarga Indonesia," imbuh Budi.



Simak Video "Airlangga Sebut Covid-19 di Ri Mulai Terkendali"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)