Negara Minoritas Sudah Kembangkan Ekonomi Syariah, RI Gimana?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 12:39 WIB
Pemerintah melalui Bank Indonesia dan Kemenkeu membahas ekonomi syariah di pertemuan internasional IMF-World Bank 2018 di Bali.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan pihaknya bersama pemerintah sedang berusaha membuat Indonesia menjadi pemain global untuk ekonomi dan keuangan syariah. Apalagi Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain global di industri ekonomi syariah.

Dia menceritakan, sudah banyak negara minoritas dari sisi agama yang mengembangkan bahkan menjadi pemain besar di industri ekonomi syariah dunia.

"Ini bukan masalah agama, tapi sudah suatu trend global. Bahkan negara yang minority mengembangkan itu," kata Perry dalam acara webinar Kafegama, Senin (30/11/2020).

Dia mencontohkan seperti China sudah menjadi eksportir terbesar baju muslim, Korea Selatan menjadi produsen kosmetik halal terbesar dan pariwisata halal. Sementara Jepang memiliki pengembangan industri halal dan pariwisata halal yang pesar, terakhir Thailand mempunyai visi untuk menjadi dapur halal dunia.

"Semangat itulah yang membuat di Indonesia, sesuai arahan bapak presiden dan juga wakil presiden kita sudah bentuk KNEKS sebagai komitmen politik tinggi untuk bersama bergotong royong berjamaah kembangkan ekonomi keuangan syariah," katanya.

Pada tahun 2015, Perry mengatakan pengembangan ekonomi syariah nasional semakin diperluas seperti di perbankan, pasar modal, mobilisasi wakaf, zakat hingga membuat halal supply chain. Bahkan, kampanye sosialisasi literasi ekonomi syariah terus digencarkan.

Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy tahun 2020-2021, Indonesia masuk 10 besar pemain ekonomi syariah. Untuk makanan halal berada di peringkat 4, fesyen muslim nomor 3 setelah UEA dan Turki. Selanjutnya, di farma kosmetik berada di peringkat 6, begitu juga dengan pariwisata halal dan keuangan masing-masing berada di peringkat ke-6.

Dengan capaian-capaian tersebut, dikatakan Perry menjadi alasan BI bersama pemerintah serta stakeholder lainnya menjadikan Indonesia menjadi pemain ekonomi syariah terbesar di dunia.

"Jadi sekali lagi, ini pendekatan model bisnis ekonomi yang memang terus perlu kita kembangkan. Pemerintah dan kita semua ingin bagaimana Indonesia jadi player di dunia," ungkapnya.

(hek/fdl)