OJK Ungkap Kebijakan P2P Lending-Intervensi Aturan Suku Bunga Pinjaman

ADVERTISEMENT

OJK Ungkap Kebijakan P2P Lending-Intervensi Aturan Suku Bunga Pinjaman

Erika Dyah - detikFinance
Rabu, 16 Nov 2022 18:07 WIB
OJK
Foto: Dok. OJK
Jakarta -

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ogi Prastomiyono mengungkap fokus OJK dalam membuat kebijakan P2P Lending. Selain itu, ia juga mengungkapkan caramengatur suku bunga pinjaman untukmelindungimasyarakat (borrower).

Hal ini dibahas dalam Breakout Session Fintech Lending yang menjadi bagian dari rangkaian acara Indonesia Fintech Summit 2022 lalu. Dalam kesempatan ini, Ogi mengungkap pihaknya yakin sektor IKNB memegang peran penting untuk membuka akses layanan jasa keuangan untuk seluruh lapisan masyarakat.

"Sejalan dengan data dari Global Findex Database 2022, masih terdapat 48,2% dari penduduk usia dewasa (di atas 15 tahun) di Indonesia yang masih tergolong dalam kelompok unbanked atau tidak memiliki account di bank atau lembaga jasa keuangan lainnya," ungkap Ogi dalam sambutannya di Indonesia Fintech Summit 2022, Jumat (11/11/2022).

Ia mengatakan UMKM yang masih unbanked akan sulit untuk meningkatkan kapasitas permodalan sebagai salah satu faktor yang dibutuhkan untuk mendorong peningkatan skala usahanya. Namun, dirinya pun melihat peluang dari pemanfaatan teknologi digital yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai keterbatasan terutama sejak pandemi berlangsung.

"Hal ini sejalan dengan data statistik yang menunjukkan bahwa pengguna internet meningkat drastis dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Sebelum pandemi angkanya hanya 175 juta, sementara data terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa tahun 2022 pengguna internet di Indonesia mencapai sekitar 210 juta," sebutnya.

Per 2022, sebutnya, populasi pengguna internet bahkan telah mencapai 77% dari total populasi. Ia mengatakan hal ini membuka peluang besar yang perlu dieksplorasi oleh pelaku usaha di sektor jasa keuangan.

Adapun bukti dari besarnya potensi pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku usaha di sektor jasa keuangan ini bisa dilihat dari pertumbuhan sektor industri fintech peer-to-peer lending. Sebagaimana diketahui, sektor ini konsisten tumbuh positif bahkan selama periode pandemi.

"Dalam periode 2020-2021, penyaluran pinjaman dari sektor industri ini mampu tumbuh rata-rata sebesar 68,05% per tahun. Outstanding penyaluran pinjaman P2P Lending pada September 2022 naik sebesar Rp 1,51 triliun atau tumbuh sebesar 77,3% yoy dan Tingkat Wanprestasi Pengembalian Pinjaman (TWP90) yang relatif stabil pada level 3,07%," papar Ogi.

Lebih lanjut, ia mengungkap jumlah akun pengguna platform fintech peer-to-peer lending sangat besar. Baik dari sisi lender (per September 2022 mencapai 26.753 rekening) maupun borrower (per September 2022 3,7 juta rekening).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT