Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Mei 2019 14:17 WIB

Ibu Kota Baru Jadi Pusat Pemerintahan, Jakarta Pusat Bisnis

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Rencana pemindahan ibu kota atau pusat pemerintahan kini semakin matang. Pemerintah sudah melakukan survei ke dua calon lokasi ibu kota baru tersebut.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan meskipun nanti pusat pemerintahan baru akan dipindahkan dari Jakarta ke wilayah baru. Jakarta, akan tetap hidup dan menjadi pusat bisnis serta keuangan di Indonesia.

Menurut dia, setiap kota di Indonesia punya fungsinya masing-masing. Misalnya Surabaya berfungsi sebagai pusat pemerintahan di Jawa Timur, sekaligus kota bisnis untuk wilayah Indonesia bagian timur.


"Sudah ada fungsinya, nah Jakarta karena nantinya tak lagi jadi ibu kota dan pusat pemerintahan tapi tadi dikatakan pusat bisnis, pusat keuangan dan pusat jasa," kata Bambang saat Blak-blakan dengan detikcom pekan lalu, di Jakarta.

Dia menyebut meskipun akan ada perpindahan ibu kota ke wilayah baru. Tak akan ada penurunan harga properti di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Bambang mencontohkan New York yang harga propertinya tak pernah turun, bahkan harganya makin-lama makin naik.



"Artinya dampak New York sendiri itu makin besar bukan makin kecil. Padahal ibu kotanya dari dulu sudah di Washington DC nah DC berkembang sesuai dengan fungsinya yaitu pusat pemerintahan ya jadi Washington DC untuk menunjang pusat pemerintahan. Kalau New York, dia jadi pusat keuangan dunia, pusat bisnis dunia anda cari bank terkenal dan terbesar di dunia khususnya dari Amerika headquarternya ada di New York City," jelasnya.

Dia mengungkapkan, prediksi dari Bappenas pada 2045 urbanisasi ke perkotaan akan mencapai 73%. Kota-kota megapolitan akan bermunculan.

Jakarta dan Bandung yang kini merupakan metropolitan bisa bersatu dan menjadi kota Megapolitan dengan daya tampung 76 juta orang. "Kalau 76 juta orang mana mungkin harga tanah turun yang butuh tanah segitu banyak orangnya," imbuh dia.


Menurut Bambang, Jakarta nantinya yang akan menjadi pusat bisnis bisa bersaing dengan negara tetangga yakni Kuala Lumpur dan Bangkok.

"Tetap akan jadi pusat bisnis, dan kita berharap Jakarta itu istilahnya jangan hanya jago kandang dan jadi pusat keuangan bisnis di Indonesia dia harus bisa menyaingi pusat keuangan yang lain di Asia Tenggara. Untuk menyaingi Singapura mungkin berat sekali tapi paling tidak Kuala Lumpur dan Bangkok lah," jelas dia.


Simak Juga Video Terbaru Topreneur di 20detik:

[Gambas:Video 20detik]


Ibu Kota Baru Jadi Pusat Pemerintahan, Jakarta Pusat Bisnis
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com