Pandemi Bikin Permintaan Abon Tuna Meroket, Berminat Jualan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 19 Agu 2020 13:23 WIB
Abon Nona Tuna
Foto: Dok. Kenny Alkano
Jakarta -

Peluang usaha bisa datang dari mana saja, tak terkecuali dari masalah yang sehari-hari dihadapi. Salah satunya seperti Kenny Alkano, pendiri dan pemilik produk abon tuna bernama Abon Nona Tuna.

Kenny bercerita, produknya ini dibuat sejak lima tahun lalu. Ide usahanya berawal dari masalah ibu rumah tangga, yaitu menghadapi anak yang susah makan.

Sebagai ibu rumah tangga, dia pun memutar otaknya untuk membuat kreasi makanan demi meningkatkan nafsu makan anaknya. Dia membuat abon dari tuna, usahanya berhasil, anaknya pun suka dengan olahan abon kreasinya.

"Berawal dari anak saya yang pada saat itu susah makan, alias gerakan tutup mulut, akhirnya saya coba membuat kreasi menu masakan yang unik tapi tetap memperhatikan gizi. Akhirnya saya membuat abon tuna. Ternyata anak saya suka sekali," cerita Kenny kepada detikcom, ditulis Rabu (19/8/2020).

Kenny pun mencoba menawarkan abon kreasinya ke orang terdekat. Ternyata setelah ditawarkan, kreasi Kenny diterima dengan baik. Kenny pun langsung berpikir untuk menjadikan kreasi abonnya ini jadi peluang bisnis.

"Dari situ saya coba memberikan ke tetangga, kerabat, saudara dekat, ternyata mereka memberi respon sangat baik. Dari situ lah muncul ide bisnis untuk memproduksi dan menjual abon tuna dengan nama Nona Tuna," ujar Kenny.

Kenny memilih tuna sebagai bahan dasar abon karena kaya kandungan protein dan gizi. Selain itu, menurutnya ikan tuna teksturnya pun lebih lembut karena tak memiliki banyak duri, rasanya pun lebih gurih.

Abon Nona TunaFoto: Dok. Kenny Alkano

Bukan cuma itu saja, ibu rumah tangga lulusan S2 Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga melihat peluang di pasar. Dia melihat, nampaknya orang mulai bosan dengan abon yang dibuat cuma dari daging sapi ataupun ayam saja. Abon tuna dinilai Kenny menjadi salah satu terobosan baru karena belum banyak yang menjualnya.

"Kebanyakan kan abon yang di pasaran adalah abon ayam dan daging. Nah di sini karena belum begitu banyak orang memproduksi abon ikan pada saat itu, akhirnya saya mencoba memproduksi dan memasarkan abon ikan tuna," kata Kenny.

Saat awal membuat Nona Tuna, Kenny menggunakan tabungannya sebagai modal. Dirinya memang kerap kali mencoba-coba usaha berbagai produk sebelumnya.

Dia bercerita, modal awal yang digelontorkan sebesar Rp 6 juta untuk membeli bahan baku, peralatan masak, spinner, kelengkapan pengemasan, dan operasional produksi.

"Sebelum saya nikah, saya kuliah sambil jualan juga. Dari situ saya punya tabungan," kata Kenny.

Modal awal yang disiapkan juga digunakan untuk urusan pemasaran. Mulai dari cetak flyer, spanduk, serta banner.

Hasilnya pun tak mengecewakan, kini Kenny berhasil mengantongi jumlah yang cukup fantastis dalam sebulan. Omzet penjualannya kini bisa mencapai Rp 90 juta per bulan.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Bisnis makanan menurut Kenny cukup menjanjikan di tengah pandemi, buktinya omzet penjualan bulanan Kenny mengalami kenaikan. Sebelum pandemi omzetnya hanya mencapai Rp 50 juta per bulan.

"Saat pandemi, alhamdulillah, mengalami peningkatan penjualan karena Abon Tuna merupakan makanan praktis, bergizi tinggi, serta harga yang terjangkau. Saat ini omzet penjualan sekitar Rp 80-90 juta per bulan," kata Kenny.

Kenny juga bercerita motivasinya membuat usaha bukan cuma menambah pundi-pundi rupiah, dia ingin banyak orang juga mendapatkan manfaat dari usahanya.

Dia bercerita di balik Nona Tuna, ada banyak orang yang terlibat dan mendapatkan manfaat, mulai dari nelayan, tukang masak, hingga para reseller.

"Yang menjadi motivasi kuat saya dalam membesarkan Nona Tuna adalah agar bisa bermanfaat untuk orang lain baik dari segi produknya maupun dari bisa membantu perekonomian orang yang terlibat langsung dengan Nona Tuna. Alhamdulillah Nona Tuna tetap menjaga spirit itu sampai sekarang," kisah Kenny.

Ada 9 orang yang bekerja di timnya, 5 orang bekerja di bagian produksi, 4 orang lainnya sebagai tim pemasaran. Saat ini juga sudah ada 300 reseller yang memasarkan produknya.

Kenny membeli ikan tuna sebagai bahan baku langsung dari nelayan di perairan laut selatan. Sistemnya, dia memborong daging tuna hasil tangkapan beberapa nelayan berapapun banyaknya.

"Kami bekerja sama dengan nelayan sejak 5 tahun lalu. Jadi kita sistemnya memborong semua hasil tangkapan ikan tuna nelayan. Jika saat itu banyak tuna yang didapat, ya ikannya kami simpan di freezer besar untuk diproduksi selanjutnya karena untuk menjaga-jaga jika nelayan tak dapat ikan tuna," jelas Kenny.

Abon Nona TunaFoto: Dok. Kenny Alkano

Kenny mengatakan kira-kira sebulan dia membutuhkan 650 kilogram (kg) tuna. Kapasitas produksinya mencapai 3.000 kemasan per bulan yang diproduksi rumahan.

"Kami menggunakan ikan tuna jenis sirip kuning dengan berat minimum 35 kilo yang didapat dari perairan laut selatan," papar Kenny.

Kenny juga membuka kesempatan untuk bergabung jadi reseller, syaratnya mudah cukup menghubunginya dan menyetor modal Rp 150 ribu. Nantinya, reseller hanya perlu menjual produk Kenny, bahkan berkesempatan mendapatkan bonus bila dapat menjual dalam jumlah tertentu.

Produk Abon Nona Tuna sendiri memiliki varian rasa original dan pedas, harganya mulai dari Rp 34.500 per pack. Kenny membuat beberapa macam kemasan pilihan, antara lain di stoples 100 dan 150 gram dan kemasan refill 100 dan 500 gram.

Produknya dijual online. Bagi yang berminat membeli produknya ataupun jadi reseller bisa langsung cek di Instagram @abonnonatuna.



Simak Video "Abon Kepiting, Penganan Asli Balikpapan yang Rasanya Unik dan Gurih"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)